Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Analisis National Interest: Iran dan Poros Perlawanan Bukan Dalang Krisis-krisis Timteng

National Interest: Iran dan Poros Perlawanan Bukan Dalang Krisis-krisis Timteng

POROS PERLAWANAN – National Interest (NI) dalam analisisnya menyatakan, kekerasan di dalam Suriah bisa menjalar hingga ke luar perbatasan negara tersebut, termasuk Tanah Pendudukan. Menurut NI, anggapan Barat bahwa Poros Perlawanan yang dipimpin Iran adalah sumber utama problem Timteng, adalah klaim keliru dan harus disingkirkan.

Dilansir al-Alam, NI berpendapat bahwa salah satu alasan utama kekhawatiran tentang masa depan Suriah dan Timteng adalah substansi Haiat Tahrir al-Sham (HTS). Sebab HTS adalah kelompok ekstremis yang berafiliasi kepada al-Qaeda, bahkan masih tercantum dalam daftar organisasi teroris Kemenlu AS.

Berdasarkan analisis NI, kendati dalam beberapa tahun terakhir HTS berusaha memberikan citra positif dan moderat dari dirinya, namun tidak ada bukti bahwa sikap ini menunjukkan perubahan nyata dalam substansinya. Ada kemungkinan bahwa perubahan lahiriah ini hanya demi menarik dukungan dan simpati para penentang HTS untuk bisa mengendalikan seluruh Suriah.

“Perubahan di Suriah ini hanya menempatkan sebuah rezim ekstremis (yang dikelola teroris) di bawah kendali sebuah Pemerintahan tetap dengan perbatasan-perbatasan yang sudah diketahui dan satu kursi di PBB. Ini adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa dicapai ISIS dengan klaim kekhilafahannya,” tulis NI.

“Kendati ada upaya dan slogan untuk menenangkan kaum Kristen di Suriah, rezim baru di negara ini mungkin tidak akan menjadi tempat nyaman untuk toleransi keagamaan. Para teroris bersenjata tidak akan mempraktikkan dukungan untuk minoritas agama.”

Dalam pandangan NI, situasi tak menentu di Suriah akan memaksa AS mengambil keputusan serius terkait nasib 900 serdadunya di timur laut negara tersebut. Kondisi yang muncul di Suriah tidak menunjukkan cakrawala positif bagi AS. Kemungkinan meningkatnya instabilitas di Suriah yang baru ini dan kembalinya ISIS akan merugikan AS, alih-alih menguntungkannya.

Di akhir laporannya, NI menegaskan bahwa Poros yang dipimpin Iran sama sekali bukan penyebab kekerasan dan instabilitas di Kawasan.

“Sekarang, dengan munculnya rezim baru, dunia akan menyaksikan jenis problem lain di Kawasan yang tidak ada kaitannya dengan Iran atau kawan-kawannya. Kekeliruan pandangan ini semestinya sudah terlihat sebelum ini. Ide ini harus dihapus dari wacana Barat.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *