Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Mohsen Rezai: Setidaknya Empat Negara Membantu Pemberontak (Takfiri) Suriah

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Penentuan Kebijakan Iran, Mohsen Rezai, selain mengungkap keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik Suriah. Rezai juga menyebut, setidaknya empat negara sekitar memberikan dukungan kepada kelompok pemberontak (Takfiri).

Dalam wawancara dengan Fars News Agency, pada Kamis, 12 Desember, Rezai menjelaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran sangat memahami dinamika gerakan perlawanan. “Sejak awal Revolusi Islam, beliau bertanggung jawab atas hubungan dengan gerakan-gerakan pembebasan dunia, atas arahan Imam Khomeini,” katanya.

Rezai, yang juga merupakan mantan Komandan Pasukan Pengawal Revolusi IRGC selama perang Iran-Irak, menegaskan, Pemimpin Tertinggi memainkan peran penting dalam pembentukan Hizbullah dan Poros Perlawanan lainnya. “Beliau sangat mengenal kekuatan-kekuatan Perlawanan dan mereka akan bangkit lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.

Dua Ancaman Utama: Kesombongan dan Keputusasaan

Rezai juga memperingatkan dua ancaman besar yang selalu mengintai Poros Perlawanan: kesombongan dan keputusasaan. “Kedua hal ini dapat melemahkan kekuatan kita,” tegasnya. Dan mengimbau agar para pemimpin politik Iran bertindak hati-hati dan menjaga optimisme untuk mencapai kesejahteraan rakyat, terutama dalam bidang ekonomi.

Peran Amerika dan Israel dalam Krisis Suriah

Mengenai peran Amerika Serikat dan Israel dalam konflik Suriah, Rezai menuduh kedua negara tersebut “mengangkat beban yang melebihi kemampuan mereka.” Ia menilai, upaya untuk mengubah Timur Tengah menjadi wilayah yang sepenuhnya dikendalikan oleh Amerika dan Israel tidak akan berhasil. “Mereka menggunakan taktik pembantaian massal dan melanggar norma internasional, tetapi pada akhirnya akan menghadapi reaksi global,” katanya.

Menurut Rezai, Israel dan Amerika telah menghadapi banyak tantangan dalam waktu singkat. “Di Lebanon, mereka terpaksa menerima gencatan senjata, sementara di Suriah, mereka bergantung pada kelompok teroris,” jelasnya. Ditambahkannya, rakyat Lebanon, Palestina, dan Suriah pada akhirnya akan melawan tindakan agresif tersebut.

Masa Depan Suriah Ditentukan Oleh Rakyatnya

Rezai lebih lanjut menyebut bahwa masa depan Suriah harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri. “Pihak asing, termasuk Amerika dan Israel, hanya akan memperburuk situasi seperti yang terjadi di Libya, Afghanistan, dan Irak,” ujarnya.

Keterlibatan Empat Negara dalam Konflik Suriah

Rezai tanpa ragu mengungkap, intelijen Israel, Amerika, serta dua negara lainnya—satu negara tetangga Suriah dan satu negara Arab—telah berkoordinasi untuk memasukkan pemberontak bersenjata (Takfiri) ke wilayah Suriah. “Israel juga merancang strategi penghancuran kemampuan militer Suriah bersamaan dengan serangan pemberontak itu,” katanya.

Menurutnya, serangan pemberontak Takfiri yang menggunakan taktik pengepungan dari utara dan selatan menyebabkan pasukan darat Suriah tidak mampu memberikan perlawanan. “Setidaknya empat negara memberikan dukungan kepada pemberontak (Takfiri),” pungkasnya.

Rezai pada akhirnya menegaskan, meskipun ada serangan besar-besaran terhadap Suriah, kekuatan Perlawanan akan tetap bertahan dan kelak akan meraih kemenangan. Menurutnya, keberhasilan Perlawanan sangat tergantung pada kewaspadaan dan upaya untuk menghindari kesalahan strategis.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *