Kemenlu Iran Sindir Menlu Inggris: Dia Belajar Hukum, Tapi Pekerjaannya Justifikasi Genosida Israel
POROS PERLAWANAN – Diberitakan Fars, Jubir Kemenlu Iran, Esmail Baghaei merespons pedas statemen Menlu Inggris, David Lammy tentang Suriah.
“Menlu Inggris mempelajari hukum, tapi profesinya adalah menjustifikasi kejahatan genosida Israel. Dia mengeklaim, jutaan warga Palestina harus dibunuh supaya itu bisa disebut sebagai genosida. Sebab itu, Reporter HAM Palestina menyebut Lammy sebagai ‘pengingkar genosida.’ Lammy, yang negaranya berperan secara kontinu dalam menghapuskan Palestina, baru-baru ini di Parlemen Inggris berbicara tentang kondisi Suriah. Pada hakikatnya, Lammy menyatakan kegembiraan atas pertumpahan darah yang terjadi di sana,” kata Baghaei.
Ia menyebut statemen Lammy sebagai bukti nyata pemutarbalikan dan pemalsuan fakta.
Dalam pernyataannya, Lammy mengeklaim bahwa kejatuhan Assad telah menghinakan Iran dan Rusia.
“Poros Perlawanan Iran di Kawasan tengah rontok di hadapan mata kita,”ujar Lammy.
Lammy mengakui, Inggris telah menghabiskan 4 miliar Pound untuk krisis Suriah.
Baghaei menyindir Menlu Inggris dengan mengatakan,”Lammy harus ditanya: apakah Inggris menghabiskan uang lebih banyak dari 4 miliar Pound itu untuk menciptakan dan melanggengkan krisis Suriah?”
Sementara itu, Menlu Iran Abbas Araghchi menanggapi rangkaian agresi Israel ke Suriah dalam beberapa hari terakhir. Araghchi menyerukan mobilisasi segera dan efektif negara-negara Kawasan serta persatuan mereka untuk menghentikan Rezim Zionis mengagresi dan menghancurkan Suriah.
Araghchi menegaskan bahwa Israel menghancurkan nyaris seluruh infrastruktur pertahanan dan sipil di Suriah.
“Rezim ini melanggar Perjanjian 1974 dan Resolusi 350 Dewan Keamanan. Israel telah mencaplok lebih banyak lagi wilayah Suriah,” kata Araghchi.
Pada hari Selasa lalu, Israel mengumumkan bahwa setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad, mereka telah menyerang 320 target di Suriah. Israel juga mengaku telah menghancurkan lebih dari 70 persen kekuatan militer Suriah.
“Di saat bersamaan, Dewan Keamanan PBB, yang merupakan penanggung jawab utama untuk menghentikan segala agresi ilegal, hanya menjadi penonton dengan kaki dan tangan terikat lantaran terus dihalang-halangi AS,” tegas Araghchi.
“Para tetangga Suriah, juga Dunia Arab dan Islam, dan pada hakikatnya, setiap negara anggota PBB yang peduli kepada kekuatan hukum, prinsip fundamental Piagam PBB, dan hukum internasional, tidak boleh bersikap abai dan bungkam saja.”
“Mobilisasi segera dan efektif negara-negara Kawasan serta persatuan mereka untuk menghentikan agresi Israel dan penghancuran Suriah adalah sesuatu yang harus dilakukan.”
