Hill Beberkan 10 Alasan Kesia-siaan ‘Tekanan Maksimum Jilid 2’ atas Iran
POROS PERLAWANAN – Situs Hill, yang dekat dengan Kongres AS, menyatakan bahwa karena berbagai alasan, Kebijakan Tekanan Maksimum Donald Trump terhadap Iran tidak bakal efektif.
Diberitakan Fars, berikut ini adalah ringkasa dari 10 alasan yang dikemukakan Hill bahwa Tekanan Maksimum 2025 tidak berdampak serupa seperti 2018.
Pertama, dukungan AS untuk agresi Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon telah melenyapkan dukungan untuk kebijakan-kebijakan Washington. Saat ini, ada kekhawatiran di berbagai Ibu Kota negara-negara Timteng bahwa Tekanan Maksimum akan memperburuk eskalasi regional.
Kedua, hubungan Iran-Saudi menjadi semakin erat sejak 2023. Kedua negara telah memulai hubungan diplomatik. Beberapa waktu lalu, Muhammad bin Salman telah berbincang dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Hubungan ekonomi kedua negara juga terus meningkat.
Ketiga, para pimpinan Iran-UEA bertemu untuk pertama kalinya pada Oktober lalu. Relasi bisnis antaran Teheran dan Abu Dhabi juga terus meningkat. Selain itu, Iran dan Qatar juga tengah berusaha mengembangkan hubungan ekonomi mereka.
Keempat, kondisi pasar minyak telah berubah dibandingkan tahun 2018. Ekspor minyak terus bertambah tahun demi tahun dari hanya 500 ribu barel pada semester kedua 2019.
Kelima, Iran telah menambah jaringannya untuk mengakali sanksi-sanksi. Armada kapal tanker Iran telah bertambah. Sebab itu, jika AS akan menjatuhkan sanksi lagi atas Iran, mereka akan sadar bahwa yang bertahan sebagai pembeli minyak Iran adalah mereka yang sudah tidak takut kepada sanksi.
Keenam, Pezeshkian setelah terpilih sebagai Presiden Iran mengumumkan kesiapannya memperkuat hubungan Tehran dengan negara-negara tetangga.
Ketujuh, penguatan hubungan Tehran-Beijing juga meningkatkan daya tahan Iran. Pada Maret 2021, Iran dan China meneken kesepakatan kerja sama komprehensif strategis. Kesepakatan itu mencakup pasal-pasal investasi senilai 400 miliar Dolar Beijing di berbagai sektor ekonomi Iran, baik minyak, gas, petrokimia, transportasi, dan produksi.
Kedelapan, Iran telah meningkatkan hubungannya dengan Rusia di sektor militer dan nonmiliter. Moskow Times melaporkan, ekspor komoditas nonmiliter Rusia ke Iran di tahun lalu telah bertambah hingga 27 persen.
Selain itu, impor Rusia dari Iran juga bertambah 10 persen. Kedua belah pihak sepakat menggunakan mata uang nasional untuk menggantikan Dolar. Rusia juga berkomitmen menanam investasi senilai 40 miliar Dolar di sektor minyak dan gas Iran.
Kesembilan, Trump tidak berminat untuk memulai perang dengan Iran, sebab dia tahu dampaknya terhadap ekonomi AS.
Kesepuluh, Tekanan Maksimum hanya sekadar slogan, bukan sebuah strategi.
