Loading

Ketik untuk mencari

Palestina Yaman

Al-Houthi: Kini Kebanyakan Muslimin Anggap Biasa Derita Rakyat Palestina

Al-Houthi: Kini Kebanyakan Muslimin Anggap Derita Rakyat Palestina Sebagai Hal Biasa

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato mingguan pada Kamis 12 Desember, Pemimpin Ansharullah Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi menyoroti perkembangan terbaru di Kawasan, terutama Gaza dan jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad.

Diberitakan Fars, al-Houthi di awal pidatonya mengungkit kejahatan Israel yang masih berlanjut terhadap rakyat Palestina. Dalam sepekan terakhir, kata al-Houthi, sebanyak 1.800 orang telah syahid dan terluka akibat serangan Rezim Zionis.

“Serbuan Israel ke rumah sakit Kamal Adwan dengan berbagai macam senjata adalah simbol kebiadaban; seolah mereka sedang menyerang sebuah benteng militer yang terkepung,” kata al-Houthi.

Menurutnya, penargetan stasiun oksigen rumah sakit Kamal Adwan merupakan kejahatan yang disengaja untuk membunuh bayi-bayi prematur dan pasien di sektor perawatan khusus.

“Israel terus melanjutkan pembantaian dengan cara pelaparan. Kondisi telah sedemikian parah sehingga para pengungsi terpaksa menyantap rumput untuk ternak. Itu pun jika mereka mendapatkannya.”

Pemimpin Ansharullah mengecam sebagian oknum Palestina yang bekerja sama dengan Israel. Ia menegaskan, kerja sama mereka dengan Israel dalam pembantaian di Tepi Barat adalah bentuk pengabdian untuk Rezim Zionis.

Menurutnya, dengan berlalunya waktu, foto dan video yang mengungkap kesengsaraan rakyat Palestina menjadi hal yang biasa saja bagi sebagian besar Muslimin.

“Musibah Palestina tidak lagi membuat hati Muslimin tersentuh. Penderitaan Palestina tidak lagi mengusik nurani mereka. Sebab itu, mereka melupakan tugas kemanusiaan, keagamaan, dan moral mereka.”

Di bagian lain pidatonya, al-Houthi mengumumkan pelatihan ratusan ribu pemuda Yaman untuk berjuang.

“Mereka siap membantu siapa pun yang ingin melawan AS dan Israel,” tandasnya.

Ia lalu mengkritik sebagian ulama Muslim dan mengatakan,”Sebagian orang yang menyebut diri mereka sebagai ulama, menganggap pembahasan tentang hukum air seni lebih penting daripada melawan musuh nyata Umat Islam.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *