Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Kejahatan Sistematis AS dan Israel Bunuhi Ilmuwan serta Tokoh Irak dan Suriah

Kejahatan Sistematis AS dan Israel Bunuhi Ilmuwan serta Tokoh Irak dan Suriah

POROS PERLAWANAN – Kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis ini bukanlah hal baru. Kejahatan tersebut telah dimulai sejak April 2003, hanya beberapa hari setelah jatuhnya Baghdad dan runtuhnya rezim Ba’ath. Kelompok pembunuh rezim Zionis, dengan dukungan Amerika Serikat, mulai menargetkan ilmuwan-ilmuwan Irak.

Mossad dan agen-agen Zionis secara sistematis membunuh ribuan ilmuwan Irak, dosen Universitas, dan tokoh-tokoh ilmiah serta pendidikan negara tersebut. Pembunuhan ini terjadi ketika para ilmuwan menolak untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat. Agen Mossad beroperasi lebih dari satu tahun di Irak untuk melaksanakan misi pembunuhan ini.

Seorang ilmuwan terkemuka Irak, Dr. Nuruddin al-Ruba’i menyatakan bahwa salah satu tujuan tersembunyi dari serangan Amerika terhadap Irak adalah untuk membunuh ilmuwan-ilmuwan dan menghancurkan pusat-pusat riset ilmiah negara tersebut. Menurutnya, pembunuhan ini adalah bagian dari strategi menciptakan bencana di Irak.

Tujuan Israel Mengubah Suriah Menjadi Tanah yang Hancur

Para pakar Hubungan Internasional menyatakan bahwa salah satu kejahatan besar rezim Zionis adalah mengubah Suriah menjadi tanah yang hancur. Di hadapan mata dunia Internasional, seluruh infrastruktur pertahanan, keamanan, ilmiah, pendidikan, dan budaya Suriah tengah dihancurkan dan dimusnahkan.

Rezim Zionis bahkan tidak memberi belas kasihan kepada museum, pusat-pusat ilmiah, pusat pendidikan, dan industri produksi bahan pembersih serta produk kesehatan. Semua fasilitas tersebut telah dihancurkan habis. Selain itu, di berbagai titik di Suriah, mereka juga berusaha untuk membunuh individu-individu berpengaruh di berbagai sektor, termasuk beberapa Ulama Sunni yang berpotensi memperjuangkan kesatuan dalam mempertahankan tanah Suriah.

Pembunuhan Ilmuwan Kimia Organik Suriah, Dr. Hamdi Ismail Nadi di Damaskus

Beberapa hari terakhir, dikabarkan bahwa ilmuwan kimia organik terkemuka Suriah, Dr. Hamdi Ismail Nadi, dibunuh oleh individu tak dikenal, di rumahnya di Damaskus.

Dengan pengalaman pahit rakyat Irak yang telah kehilangan lebih dari 3.000 ilmuwan dan dosen Universitas mereka, rencana dan konspirasi serupa kini dilaksanakan di Suriah. Pemerintah Amerika Serikat, bekerja sama dengan rezim Zionis, bertujuan untuk menghancurkan semua infrastruktur ilmiah, budaya, pendidikan, dan pertahanan di Suriah.

Kejahatan-kejahatan ini menunjukkan rezim Zionis, dalam sebuah rencana yang sepenuhnya terkoordinasi dengan Amerika Serikat, sedang berupaya untuk menghancurkan semua pencapaian dunia Islam, dengan contoh yang jelas terlihat di Irak dan Suriah.

Komentar Pakar Internasional

Pakar hubungan internasional, Saadullah Zarai dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa saat ini Israel membutuhkan serangkaian langkah untuk memperlihatkan kepada entitas Israel pemerintahannya telah menciptakan kekuatan dan melaksanakan tanggung jawabnya untuk melindungi keamanan warga negara mereka. Dalam hal ini, rezim Zionis menggunakan Suriah yang tengah mengalami perubahan sistem politik dan kelemahan infrastruktur militer sebagai kesempatan untuk menduduki wilayah tertentu dengan sedikit atau tanpa kehilangan pasukan. Setelah itu, mereka mengeklaim telah melewati Dataran Tinggi Golan dan mendekati Damaskus. Ini mereka anggap sebagai “kemenangan karikatur” yang layak dipertontonkan kepada warga Israel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *