Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Velayati Nasihati Turki Segera ‘Kembali ke Jalan yang Benar’

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Surat Kabar Kayhan yang terbit pada Kamis 26 Desember berjudul: “Maqhamat-e Turky-e in Taosiyeh ra Jiddi Begirand (Yaddasht-e Meimon)“, ditulis oleh Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, mengkritik tajam beberapa pejabat Turki yang baru-baru ini memberikan nasihat kepada Iran agar lebih berhati-hati dan tidak memprovokasi rezim Zionis dengan langkah-langkah beraninya. Menurut Velayati, langkah Turki ini merupakan tindakan yang jarang terjadi namun sangat disesalkan, mengingat posisi Turki sebagai salah satu negara Muslim besar di Kawasan.

Iran dan Perlawanan Melawan Zionisme

Dalam artikel itu Velayati menegaskan bahwa Republik Islam Iran telah menjadi kekuatan utama yang berdiri melawan rezim Zionis selama bertahun-tahun. Dengan keteguhan yang tiada banding, Iran telah mengubah dinamika Kawasan dan Global untuk mendukung Islam dan mempercepat kehancuran Zionisme. “Iran adalah negara besar dan kuat, dan tidak dapat dibandingkan dengan negara-negara lain yang memilih untuk tunduk kepada rezim Zionis”, ungkapnya.

Velayati dengan tegas menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah berdamai dengan rezim Zionis, yang disebutnya sebagai entitas palsu dan kriminal. “Seperti yang telah berulang kali ditegaskan oleh Pemimpin Tertinggi, negara-negara memiliki dua pilihan: melawan agresi Zionis atau menyerah. Yang pertama membawa kemuliaan, sedangkan yang kedua hanya menghasilkan kehinaan”, tulisnya.

Sejarah Perlawanan Vs. Kolaborasi

Velayati mengulas sejarah panjang Perjuangan melawan Zionisme, dimulai dari tokoh seperti Izzuddin al-Qassam hingga Gamal Abdel Nasser. Namun, perjuangan ini sering kali dihambat oleh penguasa-penguasa yang memilih jalan kolaborasi. Ia menyinggung peran Raja Husain dari Yordania dalam pembantaian ribuan warga Palestina sebagai contoh bagaimana kolaborasi dengan Zionisme hanya menghasilkan tragedi besar.

Sebaliknya, Velayati memuji Perlawanan heroik Palestina, khususnya pada peristiwa 7 Oktober, yang menurutnya adalah salah satu bentuk Perjuangan terbesar dalam sejarah modern Palestina. “Ini adalah manifestasi nyata dari perintah Al-Qur’an kepada orang-orang beriman untuk berjihad tanpa rasa takut”.

Dukungan Iran untuk Perlawanan Palestina

Velayati dengan tegas membantah tuduhan bahwa Iran menggunakan kelompok-kelompok Perlawanan di Kawasan sebagai “Kekuatan Proksi”. Sebaliknya, Velayati menyoroti bagaimana beberapa rezim di Timur Tengah menjadi boneka kekuatan besar dunia. “Rezim-rezim ini tidak lebih dari pelayan setia kekuatan arogan yang bahkan tidak dapat mengambil keputusan independen tanpa persetujuan tuan mereka”, tegasnya.

Iran, lanjut Velayati, memberikan dukungan penuh kepada kelompok-kelompok Perlawanan, baik Sunni maupun Syiah, tidak hanya dengan bantuan material, tetapi juga dengan mengirimkan para pemuda Iran ke garis depan.

Suriah sebagai Contoh Perlawanan

Dalam pembahasan yang lebih luas, Velayati menyoroti peran Suriah sebagai salah satu pilar utama Perlawanan melawan Zionisme selama lima dekade, sejak masa Pemerintahan Hafez al-Assad hingga Bashar al-Assad. Ia mengapresiasi keputusan-keputusan strategis Suriah, termasuk penolakan terhadap proyek pipa gas Qatar yang didukung oleh kekuatan Barat, sebagai bukti komitmennya terhadap Perlawanan.

Velayati juga mengingatkan bahwa Suriah telah membayar harga yang mahal untuk sikapnya yang tidak tunduk kepada Zionisme dan sekutunya. “Suriah adalah salah satu pilar utama Poros Perlawanan, dan dukungan Iran kepada Suriah adalah bukti nyata solidaritas terhadap perjuangan melawan penjajahan dan penindasan”.

Pesan kepada Turki

Lebih tegas Velayati secara langsung menasihati pejabat Turki untuk meninggalkan jalan kolaborasi dengan Zionisme dan kembali bergabung dengan barisan dunia Islam. “Turki, sebagai negara besar dengan populasi Muslim yang signifikan, seharusnya tidak menempuh jalan perdamaian dengan rezim Zionis yang kejam dan pembunuh anak”.

Velayati mengingatkan bahwa langkah-langkah seperti ini bertentangan dengan kepentingan dunia Islam dan dapat merusak posisi Turki di mata umat Muslim. “Jangan biarkan Turki, yang memiliki sejarah panjang dalam dunia Islam, jatuh ke dalam perangkap Zionisme. Sebaliknya, kembalilah ke jalan Persatuan dan Perlawanan bersama umat Muslim lainnya”, pungkas Velayati.

Artikel Velayati ini ditutup dengan mempertegas bahwa Iran tetap teguh pada komitmennya untuk mendukung Perlawanan terhadap Zionisme, dan menyerukan kepada seluruh negara Muslim untuk bersatu dalam melawan rezim ilegal ini demi mencapai Keadilan dan Pembebasan Palestina. [PP/MT]

Tags: