Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Media Ibrani Akui Kemampuan dan Kapasitas Hizbullah Lancarkan Serangan Darat terhadap Israel

Dukung Narasi Genosida Israel, Samir Geagea Serukan Pelucutan Senjata Hizbullah di Tengah Krisis Aleppo

POROS PERLAWANAN – Salah satu media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Hizbullah Lebanon tetap mampu melancarkan serangan darat terhadap Israel, meskipun Lebanon telah mengalami kehancuran besar akibat situasi domestik dan serangan Militer Israel di wilayah selatan negara tersebut.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada Rabu 25 Desember oleh Kantor Berita Tasnimnews, Militer Israel menilai bahwa Hizbullah masih memiliki kapasitas yang signifikan untuk menyerang wilayah dalam Israel. Menurut penilaian tersebut, Hizbullah baru-baru ini menunjukkan kesiapan untuk melakukan infiltrasi ke 36 titik strategis, termasuk permukiman dan pangkalan militer di wilayah utara Israel (yang disebut sebagai Palestina yang Diduduki).

Militer Israel juga memperingatkan bahwa meskipun pasukan elite Hizbullah, yang dikenal sebagai Brigade Al-Ridwan, saat ini tidak berniat meluncurkan serangan besar-besaran ke jantung Israel, mereka memiliki kemampuan untuk melaksanakan operasi serangan terbatas dan strategis. Hizbullah juga dilaporkan masih memiliki ribuan roket jarak pendek dan ratusan rudal strategis yang dapat digunakan dalam konflik mendatang, meskipun wilayah selatan Lebanon mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Israel.

Laporan ini juga menyebutkan Hizbullah tetap menjaga tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Kendati mengalami tekanan domestik yang berat dan kerusakan infrastruktur akibat serangan, mereka terus memperkuat kapabilitas militer mereka, termasuk kemampuan untuk menyerang secara simultan di berbagai titik penting wilayah utara Israel.

Sementara itu, sejumlah analis memperkirakan bahwa laporan seperti ini sering kali digunakan oleh media Israel untuk menanamkan ketakutan di kalangan publik dan memberikan pembenaran bagi operasi militer yang terus berlangsung di wilayah selatan Lebanon.

Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari upaya Israel untuk memperpanjang Pendudukan di kawasan tersebut dengan dalih menghadapi ancaman dari Hizbullah.

Laporan ini menegaskan situasi di perbatasan antara Lebanon dan Israel tetap tegang, dengan risiko eskalasi yang sewaktu-waktu dapat meningkat menjadi konflik berskala lebih besar.

Tags: