Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Ultimatum Israel, Hizbullah: Kalian Bakal Rasakan Kekuatan Kami Usai Tenggat Gencatan Senjata Berakhir

Ultimatum Israel, Hizbullah: Kalian Bakal Rasakan Kekuatan Kami Usai Berakhirnya Tenggat Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN – Anggota Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon, Ayhab Hamadah mengatakan,”Israel melalui gencatan senjata berusaha meraih apa yang tak bisa diwujudkannya selama perang berlangsung.”

“Perlawanan-lah yang membela Lebanon dan mencegah agresi musuh ke teritori negara,” kata Hamadah kepada al-Mayadeen, dilansir Fars.

“Pada hari ke-61, yaitu berakhirnya tenggat gencatan senjata, kami akan membuat Musuh Zionis merasakan kekuatan kami.”

“Keliru besar jika ada yang menyangka Hizbullah sudah letih. Kami memiliki sumber daya manusia dan fasilitas memadai untuk menghadapi Rezim Pendudukan.”

“Berlawanan dengan yang diilustrasikan sebagian pihak, perkembangan-perkembangan di Suriah tidak melemahkan kami.”

“Hingga kini, kami tidak melihat keseriusan Komite Pengawas Gencatan Senjata.”

“Jika Israel melakukan tindakan apa pun dari arah perbatasan timur melawan Lebanon setelah merangsek di Suriah, kami akan melaksanakan tugas nasional kami.”

Sebelum ini, mengutip dari sejumlah sumber militer, harian Israel Hayom melaporkan:”Perpanjangan kehadiran militer di Lebanon usai berakhirnya tenggat gencatan senjata adalah sebuah keputusan politis. Kita siap untuk segala skenario potensial.”

Sumber-sumber Zionis tersebut berusaha menjustifikasi berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Lebanon. Mereka mengeklaim, Militer Lebanon akan menghadapi tantangan besar dalam menempatkan pasukannya di seluruh kawasan selatan negara tersebut pada waktu yang telah ditentukan.

Pada Senin malam 30 Desember, Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati mengatakan,”Kami telah bersabar selama 60 hari dan tetap berkomitmen dengan gencatan senjata. Pada hari ke-61, hal ini akan berubah. Pasukan Zionis yang ada di Lebanon akan dianggap sebagai pasukan agresor. Kami akan memperlakukan mereka sebagai agresor.”

Qamati menegaskan, gudang-gudang senjata Hizbullah penuh dengan rudal dan kekuatan militernya tetap terjaga.

“Jika semua pihak mematuhi gencatan senjata, kami juga akan bersikap serupa. Para pendukung kami menuntut untuk bereaksi di hadapan tindakan-tindakan Israel. Kami tidak bakal mengizinkan tanah Lebanon diduduki atau dijadikan tempat pembangunan permukiman (Zionis),” tandas Qamati.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *