Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Memahami Karakteristik ‘Mazhab Jenderal Qasim Soleimani’ Melalui 16 Prinsip Utama

POROS PERLAWANAN – Ayatullah Imam Ali Khamenei pernah memberikan penghormatan secara khusus kepada Syahid Qasim Soleimani dengan menyebut bahwa jalan hidupnya merupakan sebuah “mazhab dan panduan kehidupan”.”

“Jangan melihat Syahid Haj Qasim Soleimani sebagai seorang individu semata; lihatlah dia sebagai sebuah mazhab, sebuah jalan, dan sebuah sekolah yang penuh pelajaran.” (27/10/1398 Hs).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Syahid Qasim Soleimani tidak hanya dikenang sebagai seorang pahlawan, tetapi juga sebagai seorang pendidik dengan prinsip hidup yang harus dijadikan teladan.

Dalam peringatan lima tahun kesyahidan Qasim Soleimani yang diadakan pada Rabu 1 Januari, di Mushola Imam Khomeini, Tehran, Ayatullah Ali Khamenei kembali memuji Syahid Soleimani dalam menghidupkan kebangkitan dan memperkuat Poros Perlawanan. Beliau menjelaskan sifat-sifat unggul serta keistimewaan yang membentuk kerangka konsep “Mazhab Soleimani”.

Menurut Imam Ali Khamenei, mazhab ini sejatinya bersumber dari Islam dan Al-Qur’an. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip tersebut, Syahid Soleimani berhasil menjadi “Tolok ukur, Pusat, dan Poros”. Imam Ali Khamenei menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki keimanan serta amal saleh serupa dapat mengikuti jejaknya dan meraih rahmat Allah Swt. (09/12/1403 Hs).

Jika dirangkum, ada empat pilar utama yang menjadi fondasi kepribadian dan ajaran Syahid Soleimani:

1. Kecintaan dan ketaatan kepada Kepemimpinan (Wilayah).

2. Keikhlasan.

3. Keteguhan menghadapi musuh.

4. Kerendahan hati serta kasih sayang terhadap kaum lemah.

 

16 Karakteristik Utama “Sekolah Haj Qasim”

1. Kejeniusan Militer

Syahid Haj Qasim memiliki bakat militer yang luar biasa. Ia menguasai teori perang sekaligus mampu mempraktikkannya di medan perang, dengan pengalaman mencakup perang Iran-Irak, operasi melawan kelompok bersenjata, serta perlawanan lintas batas di Irak dan Suriah.

2. Semangat Juang dan Keberanian

Dikenal sebagai komandan yang selalu berada di garis depan, ia menunjukkan keberanian luar biasa, mengamalkan nasihat Imam Ali a.s: “Jika gunung-gunung terguncang, tetaplah kokoh, dan ketahuilah bahwa kemenangan berasal dari Allah.”

3. Semangat Syahadah

Syahid Haj Qasim sangat mendambakan kesyahidan. Doa-doanya mencerminkan keinginan tulus untuk meraih kemuliaan ini.

4. Keikhlasan

Hidupnya jauh dari sifat pamer. Kesederhanaan dan ketulusannya mencerminkan kepribadian yang murni, sebagaimana Al-Qur’an menyebut: “Wajah mereka bersinar dari bekas sujud.”

5. Cinta kepada Ahlulbait a.s

Kecintaannya kepada keluarga suci Rasulullah s.a.w tecermin dari ziarahnya ke Makam Suci mereka, yang memberinya kedamaian spiritual.

6. Ketaatan kepada Kepemimpinan

Sebagai prajurit, ia menunjukkan loyalitas penuh kepada Pemimpin Tertinggi, selaras dengan garis kepemimpinan dan keyakinan.

7. Pengabdian Spiritual

Ia melaksanakan kewajiban ibadah dengan disiplin, ditambah dengan amalan Sunnah seperti Salat Malam dan Zikir, yang menjadi cerminan kedalaman spiritualnya.

8. Diplomat Ulung

Selain menjadi komandan militer, ia memiliki kemampuan negosiasi yang luar biasa, melengkapi kapasitas militernya dengan diplomasi yang elegan.

9. Ketangguhan dan Etos Kerja

Tidak ada kesulitan yang membuatnya mundur. Ia terus bekerja keras tanpa memedulikan kenyamanan pribadi.

10. Kecepatan Bertindak

Responsnya yang cepat dalam situasi genting, seperti membebaskan wilayah Timur Tengah dari ISIS, menunjukkan kecakapannya yang luar biasa.

11. Kemampuan Komunikasi

Ia mampu menyampaikan gagasan dengan kecerdasan dan emosi, sehingga kata-katanya selalu menyentuh hati pendengarnya.

12. Moderasi

Syahid Haj Qasim menghindari ekstremisme dan berupaya menciptakan harmoni di tengah masyarakat yang beragam.

13. Kesederhanaan

Ia hidup jauh dari kemewahan, menampilkan kerendahan hati yang menjadi inspirasi banyak orang.

14. Kedekatan dengan Rakyat

Dikenal ramah dan rendah hati, ia menunjukkan kelembutan kepada rakyat meskipun tegas terhadap musuh.

15. Hubungan dengan Pemuda

Syahid Haj Qasim menghargai pemuda sebagai aset bangsa, menjalin hubungan mendalam, dan terus menginspirasi mereka.

16. Ketenangan dan Keteguhan

Dalam situasi apa pun, ia tetap tenang dan tegar, meyakini bahwa ia selalu berada dalam pengawasan Tuhan.

 

Warisan Abadi

Sekolah Syahid Haj Qasim mengajarkan bahwa hidup yang didedikasikan untuk spiritualitas, keberanian, dan pengabdian dapat meninggalkan warisan yang abadi. Kepribadian dan perjuangannya menjadi teladan bagi generasi mendatang. [PP/MT]

Sumber: Surat kabar Kayhan, Kamis, 02 Januari 2025.

Tags: