Komandan Angkatan Darat: Kekuatan Militer Iran Belum Ditampilkan Secara Penuh
POROS PERLAWANAN – Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Sayyid Abdolrahim Mousavi, menyatakan bahwa kemampuan militer Iran masih belum sepenuhnya diperlihatkan. Menurut Mousavi, Iran hanya menampilkan sebagian kecil dari potensi militer yang dimiliki.
“Kami baru menunjukkan sebagian kecil kekuatan militer kami, seperti satu pangkalan drone bawah tanah yang lokasinya tetap tidak terdeteksi oleh musuh kami,” kata Mousavi dalam Konferensi Nasional tentang pelatihan dan pendidikan Angkatan Udara yang digelar pada hari Rabu, 01 Januari 25, seperti dilansir Tehran Times. “Jika dan ketika saatnya tiba, mereka akan menyaksikan kekuatan sejati Iran.”
Mousavi juga menekankan pentingnya ketahanan ideologis Iran yang terus mengakar. “Perlawanan bukanlah sekadar struktur atau sistem yang bisa dihancurkan. Ini adalah pemikiran, ideologi, dan budaya yang tidak hanya bertahan, tetapi malah semakin kuat dan meluas,” ujarnya, seraya mengutip dampak dari operasi Badai Al-Aqsa sebagai contoh kekuatan ideologi tersebut.
Mousavi dengan tegas membantah klaim yang mengindikasikan bahwa gerakan Perlawanan sedang melemah. Ia menilai klaim tersebut sebagai bagian dari disinformasi yang disebarkan oleh musuh. “Narasi semacam itu tidak memahami kedalaman akar ideologi Perlawanan. Bahkan anak-anak yang dibesarkan dalam kondisi seperti ini siap untuk meneruskan semangat Perlawanan. Ideologi ini tidak dapat diberantas,” tegasnya.
Panglima Angkatan Darat Iran tersebut juga mengutuk keras tindakan rezim Zionis yang ia anggap sebagai kekejaman. “Membunuh wanita dan anak-anak, menghancurkan rumah sakit dan sekolah, serta membunuh warga sipil bukanlah tanda kemenangan. Justru tindakan-tindakan ini hanya akan menambah musuh bagi mereka,” ujarnya.
Mousavi menambahkan, pergeseran situasi di medan perang tidak menentukan hasil akhir dari sebuah konflik. “Kemenangan dalam pertempuran besar ditentukan pada akhirnya, bukan berdasarkan kemajuan atau mundurnya pasukan yang terjadi secara sementara. Perlawanan tidak akan menyerah, dan Zionisme, dengan jalur kekerasan dan penindasannya, akan mengalami kegagalan,” kata Mousavi dengan tegas.
Dalam rangka memperingati tahun Kesyahidan Jenderal Qasim Soleimani, Mousavi juga memberikan penghormatan kepada komandan tersebut. “Kami menghormati kenangan pejuang tercinta ini yang mengorbankan nyawanya untuk idealisme yang ia yakini, dan akhirnya menjadi Syahid di tangan agen-agen paling kejam dari rezim hegemoni Amerika Serikat,” ujar Mousavi.
