Kanal 12 Israel Bocorkan Pengakuan Anggota Parlemen Soal ‘Kemampuan Perlawanan Gaza’ dalam Rapat Rahasia Knesset
POROS PERLAWANAN – Dalam rapat tertutup Komite Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Knesset, sejumlah anggota parlemen Israel mengakui kemampuan kelompok Perlawanan di Gaza, khususnya Hamas dan Jihad Islam, untuk mempertahankan sebagian besar kekuatan tempurnya. Informasi ini diungkap oleh Kanal 12 Israel, yang dilansir oleh Farsnews Agency pada Jumat 3 Januari, dan menyebut bahwa kelompok-kelompok tersebut tetap aktif dan memiliki pengaruh signifikan di kawasan tersebut.
Jumlah Pejuang dan Kekuatan Hamas
Laporan tersebut merinci bahwa Hamas memiliki sekitar 9.000 pejuang terorganisasi yang tersebar di seluruh Jalur Gaza, dengan 4.500 di antaranya aktif di wilayah utara dan selatan. Selain itu, terdapat 7.000 hingga 10.000 anggota yang tidak terorganisasi secara formal, tetapi tetap mendukung Perlawanan.
Kekuatan Jihad Islam
Sementara itu, Jihad Islam dilaporkan memiliki sekitar 4.000 anggota aktif. Meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan Hamas, kelompok ini tetap dianggap sebagai salah satu elemen penting Perlawanan di Gaza.
Rekrutmen Baru oleh Hamas
Hamas dilaporkan berhasil merekrut lebih banyak anggota baru daripada jumlah anggotanya yang gugur atau ditangkap. Saat ini, diperkirakan terdapat 20.000 hingga 23.000 pejuang bersenjata dari berbagai Kelompok Perlawanan di Gaza. Rekrutmen terbaru menambahkan 4.000 anggota ke Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, dalam beberapa bulan terakhir.
Taktik dan Strategi Baru
Militer Israel, melalui Komando Selatan, menyebutkan bahwa Hamas telah mengadopsi metode operasi baru yang belum dikenali sebelumnya. Pejuang baru dilatih oleh komandan dengan pendekatan yang disesuaikan untuk menghadapi taktik Israel. Selain itu, garis pertahanan baru telah dibangun di Jabaliya, di bagian utara Jalur Gaza, untuk meningkatkan kesiapan tempur mereka.
Koordinasi Strategis Hamas
Sumber internal Hamas, seperti yang dilaporkan oleh Al-Arabi Al-Jadeed pada medio November 2023, menyebutkan bahwa perekrutan dan penguatan pasukan dilakukan dengan koordinasi penuh antara pemimpin politik dan militer. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap dinamika konflik di Gaza.
Laporan ini mencerminkan kompleksitas situasi di Gaza, di mana Hamas dan Jihad Islam terus berupaya memperkuat posisi mereka di tengah tekanan Militer Israel. Sementara itu, Israel menghadapi tantangan untuk mengantisipasi taktik baru dari Kelompok-kelompok Perlawanan ini dalam konflik yang terus berlanjut.
