Serdadu Israel Kabur dari Brazil Hindari Investigasi Kejahatan Perang di Gaza
POROS PERLAWANAN – Dikutip al-Alam dari Pusat Informasi Palestina, sebuah pengadilan di Brasil memerintahkan polisi negara tersebut untuk menginvestigasi seorang serdadu Israel atas tuduhan kejahatan perang di Gaza. Namun serdadu bernama Yuval Vagdani itu langsung kabur dari Brasil malam lalu begitu mengetahui instruksi tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa Vagdani sedang dalam perjalanan kembali ke Israel. Keputusan pengadilan Brasil diambil menyusul pengaduan sebuah organisasi anti-Zionis, Hind Rajab Foundation (HRF) di Brussel yang berusaha mengadili para serdadu Israel di level global.
Vagdani baru saja mengakhiri masa tugasnya. Dia pergi ke Brasil untuk berlibur. Berdasarkan perintah pengadilan, dia mesti menjalani pemeriksaaan. Namun dia sudah keburu lari dari negara Latin tersebut.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di Israel. Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Knesset, Yuli Edelstein meminta dari Kabinet Rezim Zionis untuk melindungi para serdadu Isarel dari kejaran hukum.
Pemimpin kubu oposisi Israel, Yair Lapid menuding Kabinet Benyamin Netanyahu telah gagal di pentas dunia. Ia mendesak untuk membentuk sebuah Komite Investigasi guna mencegah kejadian semacam ini.
Media-media Zionis melaporkan, sekitar 50 gugatan telah dilayangkan terhadap para serdadu cadangan Militer Israel di berbagai negara atas tuduhan kejahatan perang.
“Sekitar 50 gugatan telah disusun terhadap para serdadu cadangan Militer Israel di 10 negara. Namun hingga kini, tak satu pun serdadu yang ditangkap,” lapor Badan Radio dan Televisi Israel.
Mengutip dari sumber-sumber keamanan, Badan Radio dan Televisi Israel memberitakan meningkatnya upaya gugatan atas para serdadu Israel di luar negeri.
“Mereka tahu bahwa cara penargetan para serdadu Israel di negara-negara asing mungkin bisa membuahkan hasil,” lapor Badan Radio dan Televisi Israel.
