Juru Bicara IRGC: Pesan Latihan Militer Kami Akan Diterima Musuh dalam Waktu Dekat
POROS PERLAWANAN – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, pada Selasa, 07 Januari menyatakan bahwa latihan militer terbaru Iran memberikan pesan tegas kepada musuh. “Musuh memahami bahwa wilayah udara di tanah-tanah pendudukan terbuka dan tidak terlindungi bagi kami. Kami mampu bertindak dengan volume serangan yang jauh lebih besar, lebih akurat, lebih cepat, dan lebih merusak,” ujarnya dalam konferensi pers terkait latihan militer gabungan Great Prophet 19.
Keyakinan pada Kekuatan Nasional
Naeini menegaskan, Republik Islam Iran memiliki kepercayaan penuh pada kekuatan berbasis rakyat. “Kami siap menghadapi pertempuran besar dan kompleks dalam skala apa pun. Kami juga siap untuk menerima perintah operasi kapan saja melawan rezim Zionis,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengalaman menghadapi berbagai ancaman, mulai dari perang informasi, politik, ekonomi, hingga perang budaya dan keamanan, telah memberikan pelajaran penting bagi Iran. Menurutnya, operasi “Janji Sejati” adalah gambaran kecil dari kekuatan tak terbatas yang dimiliki negara tersebut.
“Musuh tahu bahwa kami bisa bertindak dengan kekuatan lebih besar, lebih cepat, dan lebih presisi. Pesan ini akan semakin jelas terlihat melalui latihan militer kami,” kata Naeini.
Kemajuan Teknologi Militer
Lebih lanjut, Naeini mengungkapkan bahwa kemampuan Iran dalam produksi senjata dan rudal terus meningkat secara signifikan. “Produksi senjata kami meningkat dalam hal jumlah, keahlian, dan desain. Iran juga telah mengembangkan fitur-fitur baru dalam persenjataan kami,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah kalah dalam pertempuran intelijen melawan musuh. Sebaliknya, musuh terus berusaha melemahkan moral nasional melalui perang persepsi dan narasi untuk menutupi kekalahan mereka, baik secara intelijen maupun militer.
Transformasi Regional dan Ancaman Musuh
Menurut Naeini, transformasi terbaru di kawasan Timur Tengah telah menciptakan kesalahpahaman di pihak musuh. “Mereka mencoba menggambarkan perubahan ini sebagai tanda melemahnya Iran. Namun, kami selalu siap bertindak dengan segera. Ketika perintah tiba, kami akan menunjukkan kekuatan kami dan mengubah persepsi serta kalkulasi musuh yang keliru,” ujarnya.
Rincian Latihan Militer “Great Prophet 19”
Latihan militer Great Prophet 19, yang digelar setiap akhir tahun, melibatkan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan IRGC dalam operasi gabungan di darat, udara, dan laut. Naeini menyebutkan bahwa latihan ini dirancang untuk menghadapi ancaman keamanan baru dan meningkatkan kesiapan defensif maupun ofensif.
“Latihan ini bertujuan untuk menghadapi ancaman militer potensial, mencegah sabotase, dan meningkatkan moral nasional. Pesan utama dari latihan ini adalah menegaskan kekuatan, stabilitas, dan kemampuan ofensif Iran yang kokoh,” kata Naeini.
Respon terhadap Klaim Musuh
Menanggapi klaim rezim Zionis yang menyebut Iran tidak memiliki pertahanan memadai, Naeini menegaskan bahwa produksi rudal Iran tidak pernah terhenti. “Sistem pertahanan udara kami aktif dan terus ditingkatkan. Pesan dari latihan militer ini akan diterima musuh dalam beberapa hari dan minggu mendatang,” tambahnya.
Doktrin Pertahanan Iran
Naeini menegaskan bahwa Iran tidak akan menjadi pihak yang memulai perang, namun selalu siap menghadapi ancaman. “Latihan militer ini mencerminkan kesiapan kami untuk melindungi kedaulatan nasional dan menanggapi setiap ancaman yang mungkin muncul,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ancaman militer musuh justru memperkuat solidaritas masyarakat dan Angkatan Bersenjata. “Kami selalu bergerak bersama rakyat untuk menjaga keamanan dan memperkuat fondasi kekuatan nasional,” tegasnya.
Generasi Baru yang Lebih Revolusioner
Menurut Naeini, generasi baru di Angkatan Bersenjata lebih revolusioner dan anti-imperialis dibanding generasi sebelumnya. “IRGC akan terus berdiri sebagai pelindung rakyat Iran dan kaum tertindas di seluruh dunia. Latihan ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga kedamaian dan kedaulatan nasional,” pungkasnya.
