Militer Israel Rekrut Orang-orang Yahudi Yaman Demi Hadapi Ansharullah
POROS PERLAWANAN – Stasiun televisi KAN pada Rabu malam 8 Januari melaporkan, Militer Rezim Zionis telah merekrut puluhan Yahudi yang merupakan penduduk asli Yaman. Orang-orang Yahudi yang menguasai logat Arab Yaman itu dipekerjakan di Unit Intelijen Perang dan Unit Intelijen Militer guna menghadapi Angkatan Bersenjata Yaman.
Diberitakan Fars, sebelum ini analis keamanan Israel, Amir Avivi, dalam sebuah wawancara televisi mengungkapkan, salah satu tantangan Militer Israel adalah logat khas orang-orang Yaman yang tidak bisa dipahami orang Israel.
“Isu hangat terbaru adalah mempelajari bahaya Houthi. Butuh banyak orang yang bisa bicara dengan bahasa kelompok Houthi. Kita telah memasuki sebuah pengalaman baru dan suatu pentas berbeda,” jata Avivi.
Berdasarkan laporan KAN, sebagian orang Yahudi yang direkrut oleh Militer Israel datang ke Tanah Pendudukan dari Yaman. Sebagian lainnya tumbuh besar di rumah-rumah yang para penghuninya berbicara dengan bahasa Arab logat Yaman.
Dalam beberapa bulan terakhir, Militer Israel berulang kali menyerang Yaman demi menghentikan operasi-operasi anti-Zionis negara tersebut. Meski demikian, agresi-agresi Israel sama sekali tidak menghentikan pembelaan Yaman untuk Palestina.
Para petinggi Yaman sendiri berkali-kali menegaskan, operasi-operasi Angkatan Bersenjata Yaman baru akan berhenti jika Rezim Zionis mengakhiri agresi ke Gaza dan mencabut blokadenya.
AS dan Inggris juga membantu Israel mengagresi Yaman. Namun tetap saja agresi-agresi tersebut tidak melunturkan tekad kuat rakyat Yaman.
Beberapa hari lalu, anggota Kantor Politik Ansharullah, Hazam al-Asad mengirim pesan yang ditujukan kepada orang-orang Israel. Dalam pesan berbahasa Ibrani di medsos X tersebut, al-Asad mencuit,”Siapa pun yang ingin tidur nyenyak di malam hari, dia harus tidur di Siprus atau kembali ke negara tempat asalnya.”
“Kami tidak akan meninggalkan Gaza sendirian,” tandasnya.
