Mengenal Keunggulan dan Kemampuan Khusus Drone Terbaru yang Diintegrasikan ke Angkatan Bersenjata Iran
POROS PERLAWANAN – Sebanyak 1.000 unit drone strategis, siluman, dan penghancur secara resmi ditambahkan ke organisasi tempur Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dalam sebuah upacara khusus. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga jenis drone baru dengan spesifikasi unggul yang membedakannya dari drone-drone yang sebelumnya dimiliki.
Menurut laporan Fars News Agency pada Selasa 14 Januari, selain penambahan drone jenis baru, beberapa drone seperti Karrar, Ababil-5, Mohajer-4, dan Mohajer-6 yang sudah dikenal sebelumnya juga kembali diresmikan setelah menerima pembaruan kemampuan teknis.
Keunggulan Drone yang Baru Diintegrasikan
Drone-drone ini dilengkapi berbagai fitur canggih, antara lain:
1. Jangkauan Operasi: Lebih dari 2.000 kilometer, memungkinkan misi jarak jauh.
2. Kemampuan Penghancuran Tinggi: Dirancang untuk menghadapi target strategis.
3. Kemampuan Siluman: Dapat melewati sistem pertahanan udara dengan tingkat deteksi radar yang sangat rendah.
4. Daya Tahan Terbang Lama: Mampu beroperasi tanpa kendali langsung dari awal hingga akhir misi.
5. Kemandirian Operasional: Menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi misi.
Komandan Angkatan Bersenjata Iran menyatakan bahwa ini adalah paket kedua dari penambahan seribu drone ke dalam struktur tempur. “Drone-drone ini memiliki kemampuan yang melampaui generasi sebelumnya, menjadikannya sangat efektif untuk kebutuhan perang modern dan masa depan,” ujarnya.
Menteri Pertahanan itu menambahkan bahwa beberapa drone telah dirancang untuk lepas landas dan mendarat di laut, serta untuk mendukung operasi darat dengan teknologi pintar.
Tiga Drone Baru yang Diresmikan
Di antara 1.000 drone yang diresmikan, terdapat tiga jenis baru dengan kemampuan khusus yang menjadikannya unggul di medan perang modern, yaitu Moharram, Kaman-99, dan Arash-2. Berikut rinciannya:
1. Kaman-99
Kaman-99 merupakan drone penghancur yang berasal dari keluarga drone Kaman. Drone ini memiliki jangkauan lebih dari 2.000 kilometer dan telah diintegrasikan ke dalam struktur tempur Angkatan Udara.
2. Moharram
Moharram dirancang secara khusus untuk menghancurkan radar musuh, termasuk radar sistem pertahanan rudal. Drone ini mampu menekan kemampuan radar musuh dalam perang berbasis jaringan, memungkinkan drone lain seperti Arash-2 untuk menyerang target strategis di wilayah musuh.
3. Arash-2
Arash-2 adalah drone canggih yang menggunakan sistem navigasi berbasis kecerdasan buatan. Drone ini mampu mencapai target tanpa kendali langsung dari pusat komando dan memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan perang elektronik.
Dengan jangkauan operasional hingga 2.000 kilometer, Arash-2 dilengkapi mesin piston, badan berbentuk silinder, dan sistem peluncuran kendaraan (JATO), sehingga tidak memerlukan landasan pacu. Drone ini juga dapat diluncurkan dari berbagai jenis peluncur bergerak.
Ekspansi Kapabilitas Drone yang Berkelanjutan
Pengintegrasian drone dalam jumlah besar ini bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. Pemimpin Tertinggi Iran secara konsisten menekankan pentingnya pengembangan teknologi drone sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.
Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, melalui kerja sama dengan para ahli dalam negeri, terus mengembangkan dan memproduksi berbagai jenis drone untuk kebutuhan yang beragam, seperti penghancuran, pengintaian, hingga operasi strategis jarak jauh. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman di masa depan.
