Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Serangan Fase Ke-enam Yaman: Drone dan Rudal Kembali Incar Kapal Induk AS di Laut Merah

Serangan Yaman Ke-enam: Drone & Rudal Incar Kapal Induk AS di Laut Merah

POROS PERLAWANAN – Pasukan Bersenjata Yaman mengumumkan telah melancarkan serangan keenam terhadap kapal induk Amerika Serikat di Laut Merah. Serangan ini merupakan bagian dari operasi gabungan yang melibatkan penggunaan drone dan rudal, menandai eskalasi baru dalam konflik antara Yaman dan Amerika Serikat.

Menurut pernyataan resmi pada Rabu 15 Januari yang dikeluarkan oleh Brigadir Jenderal Yahya Saree, Juru Bicara Pasukan Bersenjata Yaman, operasi militer gabungan ini menargetkan kapal induk USS Harry S. Truman dan sejumlah unit tempur pendukungnya yang beroperasi di wilayah utara Laut Merah. Serangan ini dilakukan menggunakan rudal jelajah dan drone, yang berhasil menghantam sasaran dengan presisi tinggi, demikian melansir laporan Sabanews.

Saree menegaskan serangan ini merupakan respons langsung terhadap upaya Amerika Serikat untuk melancarkan operasi militer di wilayah Yaman. “Operasi ini dilaksanakan setelah adanya upaya agresif oleh pasukan Amerika untuk melakukan serangan terhadap wilayah kedaulatan Yaman,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis beberapa jam setelah serangan terjadi.

Sebelumnya, Mahdi Al-Mashat, Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, mengklaim bahwa Pasukan Bersenjata Yaman berhasil menetralisir efektivitas operasional kapal induk Amerika Serikat, yang dianggap sebagai simbol kekuatan militer Amerika. “Kami telah membuktikan bahwa bahkan aset militer paling canggih sekalipun tidak kebal terhadap serangan kami,” kata Al-Mashat dalam sebuah konferensi pers.

Serangan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada Sabtu sebelumnya, Pasukan Bersenjata Yaman juga melaporkan telah melancarkan serangan kelima terhadap kapal induk USS Harry S. Truman. Menurut laporan, serangan tersebut melibatkan penggunaan beberapa rudal jelajah dan drone, dengan pertempuran yang berlangsung selama sembilan jam di wilayah utara Laut Merah.

“Operasi sebelumnya berhasil menciptakan tekanan signifikan terhadap kapal induk Amerika dan unit pendukungnya. Kami akan terus meningkatkan intensitas serangan kami hingga agresi Amerika di wilayah kami dihentikan,” tambah Saree.

Laut Merah telah menjadi wilayah panas dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya ketegangan antara Yaman dan Amerika Serikat. Serangan-serangan ini menandai babak baru dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan Yaman menunjukkan kemampuan militer yang semakin canggih dalam menghadapi kekuatan superpower seperti Amerika Serikat.

Analis militer menyatakan bahwa serangan drone dan rudal Yaman ini menunjukkan peningkatan kemampuan strategis dan teknis Pasukan Bersenjata Yaman. “Mereka tidak hanya mampu melancarkan serangan, tetapi juga mempertahankan tekanan berkelanjutan terhadap target-target strategis Amerika,” kata seorang analis yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Serangan terbaru ini semakin mempertegas posisi Yaman sebagai pihak yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat, sekaligus menantang dominasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *