Tahanan Terlama Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel
POROS PERLAWANAN – Tahanan Palestina yang dipenjara oleh Israel selama 40 tahun akhirnya dibebaskan pada Sabtu 25 Januari. Pembebasan Muhammad Thus adalah bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Rezim Zionis.
Dilansir al-Alam, Thus adalah warga Betlehem yang terletak di Tepi Barat. Dia ditangkap saat penyerbuan Militer Israel di tahun 1985. Dia ditahan di penjara Israel sejak saat itu.
Nama Thus tercantum dalam daftar para tahanan yang dibebaskan Rezim Zionis bersama ratusan tahanan lainnya.
Thus menjadi tahanan terlama Palestina lantaran dikurung selama 40 tahun di penjara Israel.
Menurut sumber-sumber Palestina, meski sudah dibebaskan, Thus harus pergi ke luar Palestina. Rezim Zionis menentang kepulangan Thus ke tengah keluarganya di Tepi Barat.
Sementara itu, petinggi Hamas, Abdurrahman Shadid melayangkan peringatan kepada Otoritas Palestina (PNA). PNA diimbau agar tidak merusak kegembiraan warga dan mencegah pengibaran bendera Palestina saat menyambut kepulangan para tawanan yang dibebaskan di Tepi Barat.
Shadid mengucapkan selamat atas pembebasan kloter kedua tawanan Palestina dalam tahap pertama Thufan al-Ahrar (Badai Orang-orang Merdeka).
“Momen nasional ini adalah kemenangan baru bagi tekad bangsa Palestina di hadapan Rezim Pendudukan,” kata Shadid.
“Perlakuan pasukan keamanan PNA tidak akan mengubah ilustrasi momen besar dan ikonik nasional ini. Para tawanan ini dibebaskan dalam sebuah kesepakatan bermartabat. Kami meminta semua pihak agar menyambut para tawanan dan memuliakan keluarga mereka.”
Brigade al-Qassam menyerahkan 4 tawanan serdadu wanita Israel kepada Palang Merah Internasional pada Sabtu kemarin.
Di lain pihak, Otoritas Penjara Israel mengumumkan, sebanyak 200 tahanan Palestina dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan.
