Pasukan Israel Serbu Permukiman Palestina di Tulkarm, Ubah Rumah Warga Jadi Barak Militer
POROS PERLAWANAN – Pasukan Israel kembali melancarkan serangan di Kota Tulkarm dan kamp pengungsi di sekitarnya pada Selasa 4 Februari malam, menandai hari kesembilan berturut-turut dari eskalasi militer di wilayah tersebut. Serangan ini mencakup penggerebekan rumah warga, pengusiran paksa, serta pengubahan bangunan sipil menjadi fasilitas militer.
Penggerebekan dan Pengusiran Paksa
Menurut laporan saksi mata dan sumber lokal, seperti dilansir Sabanews, tentara Israel mengepung rumah milik keluarga Al-Hawji di kawasan Aktaba, timur Tulkarm, dan memerintahkan seluruh penghuni untuk keluar menggunakan pengeras suara. Mereka yang keluar dari rumah kemudian menjalani interogasi di tempat. Tidak ada laporan resmi mengenai penangkapan dalam insiden ini.
Selain itu, tentara juga menyerbu rumah-rumah di sekitar lokasi tersebut, termasuk milik keluarga Al-Khawli dan Sheikh Mazhar. Beberapa rumah dijadikan pos militer dengan penempatan penembak jitu di dalamnya.
Di lingkungan timur Tulkarm, pasukan Israel semakin memperluas kehadiran militernya dengan mengerahkan unit infanteri tambahan. Mereka merampas rumah-rumah dan bangunan tempat tinggal, memaksa penduduk keluar, lalu mengubahnya menjadi barak militer. Hal serupa terjadi di sepanjang Jalan Nablus, dekat pintu masuk utara kamp pengungsi, yang kini dikuasai dan dipenuhi personel bersenjata.
Pengepungan dan Krisis Kemanusiaan
Pendudukan Israel terus memperketat kontrol atas kamp pengungsi di Tulkarm, memaksa warga meninggalkan rumah mereka di bawah ancaman senjata dan melakukan penangkapan. Ledakan terdengar dari dalam kamp, yang menurut saksi mata berasal dari penghancuran rumah warga oleh pasukan Israel.
Sementara itu, penduduk yang masih bertahan di kamp menghadapi kondisi kemanusiaan yang memburuk. Mereka kekurangan pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, dan susu bayi akibat blokade total yang diberlakukan pasukan Israel. Listrik, air, serta jaringan komunikasi dan internet juga telah terputus setelah alat berat Israel menghancurkan infrastruktur kamp.
Penghancuran dan Penjarahan
Selain menduduki rumah-rumah warga, pasukan Israel dilaporkan telah menghancurkan sejumlah bangunan yang mereka rebut delapan hari sebelumnya di wilayah barat Tulkarm. Setelah mengosongkan properti tersebut, mereka juga diduga mencuri barang-barang berharga serta sejumlah uang tunai milik warga.
Serangan terhadap Fasilitas Medis
Pasukan Israel juga memperketat pengepungan terhadap Rumah Sakit Martir Thabet Thabet di Tulkarm, menghalangi akses ambulans dan tenaga medis. Tim medis yang bertugas di rumah sakit tersebut menjadi sasaran pemeriksaan ketat dan interogasi, sehingga semakin memperburuk krisis kesehatan di wilayah yang tengah dilanda konflik ini.
Dampak dan Reaksi
Serangan berulang di Tulkarm dan kamp pengungsinya menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pasukan Israel di Tepi Barat. Organisasi hak asasi manusia internasional terus menyerukan penghentian kekerasan serta akses bagi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Kondisi di Tulkarm mencerminkan meningkatnya eskalasi konflik di Palestina, di mana warga sipil menjadi korban utama dalam operasi militer yang semakin agresif. Sementara dunia internasional mengecam aksi ini, respons nyata untuk menghentikan pelanggaran tersebut masih belum terlihat.
Sumber:
– Al Jazeera
– Middle East Monitor
– Human Rights Watch
– Reuters
