Trump Akan Pergi, Rakyat Palestina Akan Tetap Bertahan di Tanah Airnya
POROS PERLAWANAN – Anggota parlemen Arab di Knesset Israel pada Rabu 5 Februari menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap bertahan di Tanah Air mereka, sementara Donald Trump, seperti presiden Amerika lainnya, tidak akan selamanya berkuasa.
Anggota parlemen Arab di Knesset, Ahmad Tibi menekankan bahwa keberadaan rakyat Palestina di tanah mereka tidak akan terpengaruh oleh perubahan politik di Amerika Serikat. “Rakyat Palestina akan tetap berada di Tanah Air mereka, tetapi Donald Trump tidak akan selamanya tinggal di Gedung Putih,” ujarnya, seperti dilansir Farsnews Agency.
Tibi juga menyoroti bahwa pernyataan Trump hanya memastikan kelangsungan jabatan Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel, dalam pemerintahan.
Smotrich: Israel Akan Kembali Berperang
Sebelumnya, Smotrich menyatakan bahwa ia akan tetap berada di Kabinet setelah yakin bahwa Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump berkomitmen untuk menghancurkan Hamas sebagai kekuatan penguasa di Gaza.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah tahap pertama operasi militer berakhir pada awal Maret mendatang, Israel akan kembali berperang. Smotrich menentang kemungkinan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas, menyebutnya sebagai ancaman bagi keamanan Israel.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa jika tahap kedua kesepakatan pertukaran tahanan berujung pada penghentian perang tanpa mencapai tujuan yang diinginkan Israel, ia akan mengambil langkah untuk menjatuhkan rezim Netanyahu.
“Tidak ada yang namanya larangan dari Trump bagi Israel untuk kembali berperang. Kami memiliki hak untuk bertindak sesuai dengan kepentingan kami sendiri,” tegas Smotrich.
