Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Pidato Syahid Sayyid Hasan Nasrallah tentang Trump 8 Tahun Silam yang Terbukti Relevan Hingga Kini

POROS PERLAWANAN – Pernyataan kontroversial terbaru Presiden AS, Donald Trump yang secara terang-terangan menyatakan bahwa negaranya pantas mencaplok Gaza dan menguasainya, hingga kini terus memantik beragam reaksi penentangan global.

Banyak pihak menganggap bahwa pernyataan Trump ini merupakan salah satu sikap paling ekstremnya terkait masa depan Gaza, wilayah berpenduduk hampir 2 juta orang Palestina yang berharap menjadi bagian dari negara Palestina merdeka di masa depan.

Meskipun Trump menyatakan bahwa AS akan mengembangkan dan membangun kawasan itu, namun dia tidak memberikan rincian tentang siapa yang akan diizinkan untuk tinggal di sana. Bahkan sebaliknya, AS disebutnya potensial memiliki hak “kepemilikan jangka Panjang” atas Gaza. Pernyataan inilah yang dinilai sebagai kolonisasi gaya baru AS dan sekaligus merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Palestina dan hukum internasional.

Tabiat kriminal Trump dan gaya kepemimpinannya yang menindas dan gemar merampas tersebut, bukan hanya terungkap saat ini saja. Pada 12 Februari 2017, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah sudah pernah mengungkapkan tentang siapa sebenarnya Trump.

Berikut adalah penggalan ceramah Sayyid Hasan Nasrallah delapan tahun silam, yang ternyata tetap relevan hingga hari ini:

“Kita harus berterima kasih kepada Trump karena ia sekali lagi mengungkapkan wajah sejati Pemerintahan Amerika Serikat—sebuah entitas rasis, kriminal, dan haus darah, yang menindas kebebasan, merampas kekayaan, serta berkonspirasi melawan rakyat tertindas.”

“Baik Trump, ayahnya, kakeknya, George Bush, maupun leluhur mereka yang berasal dari kaum rasis, tidak akan mampu menggoyahkan keberanian, tekad, keyakinan, atau iman bahkan seorang anak kecil di antara kita, apalagi para lelaki dewasa dan orang tua kita. Oleh karena itu, kami tidak gentar. Justru, kami semakin optimis, karena ketika seorang yang ceroboh menduduki Gedung Putih dan secara terang-terangan menunjukkan kebodohannya, itu menjadi pertanda awal kebangkitan bagi kaum tertindas di seluruh dunia.”

Selain itu, Sayyid Nasrallah juga menyoroti perkembangan di Suriah pada masa itu, dan menegaskan bahwa “kemenangan militer di Suriah, khususnya di Aleppo, berkontribusi besar dalam memulihkan keamanan di sebagian besar wilayah negara tersebut”.

Ia juga menekankan peran Hizbullah dan Iran dalam mendorong solusi damai: “Hizbullah dan Iran mendukung gencatan senjata, rekonsiliasi, serta penyelesaian politik di Suriah, sementara beberapa negara Arab masih terus mendorong opsi militer.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *