Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Seru Negara-negara Islam Hadapi dan Gagalkan Proyek Trump Soal Gaza

Hizbullah Seru Negara-negara Islam Hadapi Proyek Trump Soal Gaza

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato pada Minggu malam 16 Februari, Sekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim membahas perkembangan politik terbaru Lebanon dan Kawasan.

Dilansir Fars, Syekh Qasim menyebut sikap Donald Trump terkait masalah Palestina “sangat berbahaya.”

“Trump berusaha menghabisi Palestina dan rakyatnya, yang pada hakikatnya merupakan sebuah pembantaian politis,” kata Syekh Qasim.

“Netanyahu gagal membunuh seluruh warga Gaza. Namun Trump berusaha melakukan pembantaian politis. Hari ini terbukti bahwa tiap tindakan Israel dilakukan atas kehendak dan arahan AS.”

“Kebungkaman internasional dan negara-negara Arab dalam Operasi Badai al-Aqsa menyebabkan AS mengambil sikap semacam ini. Kami mengumumkan penentangan terhadap proyek pemindahan paksa rakyat Palestina ke titik mana pun di dunia.”

Ia menegaskan, jihad mesti dilakukan demi memerangi dan mengalahkan kebatilan. “Jihad di hadapan Israel adalah prioritas para komandan syahid. Kita tidak pernah menyerah dan takkan membiarkan kebatilan mendapatkan kekuatan serta menguasai kita.”

“Kami menentang pemindahan rakyat Palestina ke Yordania, Mesir, dan Saudi. Seluruh negara Islam harus menentang proyek ini. Negara-negara Arab dan Islam harus terjun untuk menentang proyek anti-Palestina ini.”

“Jika negara-negara Arab memiliki program untuk melawan proyek Trump, Hizbullah siap berpartisipasi dalam program tersebut. Kita tidak boleh membiarkan proyek Trump dilaksanakan.”

Sekjen Hizbullah lalu menyinggung masalah internal Lebanon dan mengatakan,”Semua melihat bahwa Hizbullah dan Amal berperan dalam terlaksananya pemilihan Presiden. Kami senang Kabinet Lebanon telah terbentuk, sebab ini adalah masalah konstitusional yang mesti dilakukan.”

“Kami adalah pihak yang memuluskan proses pemilihan Kabinet Lebanon. Peran Hizbullah dan Amal dalam proses pembentukan Kabinet adalah melancarkan jalannya.”

“Pada tanggal 18 Februari nanti, Israe harus segera keluar sepenuhnya dari wialayah Lebanon yang didudukinya. Tidak ada alasan apa pun bagi Rezim Zionis untuk bertahan di Lebanon. Pemerintah Lebanon juga mengambil sikap keras dan tegas dalam masalah ini,” kata Syekh Qasim.

Tags: