IRGC: Pemakaman Para Syuhada Perlawanan, Jadi Gema Global Anti-Zionisme
POROS PERLAWANAN – Prosesi pemakaman para pemimpin perlawanan, Sayyid Hassan Nasrallah dan Sayid Hashim Safiudin, yang digelar di Beirut pada 23 Februari, dihadiri oleh jutaan pelayat dari berbagai kalangan dan latar belakang. Peristiwa ini mendapat sorotan internasional setelah diwarnai oleh kehadiran pesawat tempur milik Israel yang melintas di langit ibu kota Lebanon.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir Farsnews Agency, menyebut prosesi pemakaman ini telah menjadi simbol persatuan nasional Lebanon dan perlawanan global terhadap Zionisme. “Pemakaman ini membuktikan bahwa Hizbullah dan gerakan perlawanan di Lebanon tetap hidup dan kuat, meskipun dihadapkan pada berbagai ancaman eksternal,” ujar IRGC dalam pernyataan tertulisnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pelayat dari berbagai negara, agama, dan aliran politik. Menurut IRGC, kehadiran massal tersebut menunjukkan solidaritas masyarakat internasional terhadap perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan wilayah-wilayah Palestina yang masih berada di bawah pendudukan Israel.
Sejumlah analis politik menilai bahwa aksi intimidasi melalui kehadiran pesawat tempur Israel justru memperkuat solidaritas masyarakat Lebanon dan dunia Islam terhadap gerakan perlawanan. “Ancaman militer tidak mampu memadamkan semangat perjuangan. Sebaliknya, hal ini semakin mempersatukan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung perlawanan terhadap pendudukan,” kata seorang pengamat Timur Tengah yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, IRGC menegaskan bahwa para syuhada, termasuk Sayid Hassan Nasrallah, Yahya Sinwar, dan Qasim Soleimani, telah menjadi simbol perjuangan yang akan terus membimbing generasi mendatang. “Perjuangan mereka menjadi kompas yang mengarahkan langkah para mujahid menuju pembebasan Baitul Maqdis,” tegas pernyataan tersebut.
Di akhir pernyataannya, IRGC memperingatkan para pemimpin Israel bahwa tindakan agresif mereka hanya akan mempercepat keruntuhan rezim Zionis. “Tidak ada jalan keluar dari nasib yang telah menanti mereka. Cepat atau lambat, dunia akan menyaksikan kawasan ini bersih dari kehadiran mereka,” tutup IRGC.
Prosesi pemakaman ini dipandang sebagai momentum penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah, menegaskan kembali posisi Lebanon sebagai pusat perlawanan terhadap pendudukan Israel dan memperkuat solidaritas global untuk pembebasan Palestina.
