Al-Houthi Sindir Pedas Sikap Lugu Saudi yang Siap Hamburkan Uang untuk AS
POROS PERLAWANAN – Dalam pidato pada Jumat 28 Februari menjelang tibanya bulan Ramadan, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Badrudin al-Houthi menyatakan, mayoritas negara Arab dalam keadaan terhina di hadapan AS-Israel, lantaran mereka melanggar perintah Allah dan mengabaikannya.
“Sejumlah negara Islam mengambil opsi dan perilaku dengan sangat lugu dan bodoh. Mereka memilih bungkam dan menyerah demi terhindar dari bahaya,” sindir al-Houthi, Fars melaporkan.
“Di hadapan musuh yang membencimu, ide untuk memberi mereka satu triliun Dolar adalah ide yang sangat bodoh dan lugu.”
Beberapa waktu lalu, Trump berkata bahwa Saudi akan menanam investasi di AS senilai 600 miliar Dolar. Namun dia berniat menambahnya menjadi satu triliun Dolar.
“Sebagai bangsa Yaman, kami bertindak untuk mendukung saudara-saudara pejuang kami di Palestina dan Lebanon di hadapan Israel. Sekarang kami terus mengamati situasi di Gaza. Kami melihat Israel mengingkari janji-janjinya dalam kesepakatan.”
“Israel tidak menepati sebagian besar janjinya terkait protokol kemanusiaan dan mundur dari koridor Rafah. Ini adalah pelanggaran berbahaya terhadap kesepakatan dan pengingkaran terhadap janji dengan dukungan serta dorongan AS. Tidak mundur dari Rafah adalah pelanggaran berat dan berbahaya terhadap kesepakatan sebelum ini antara Israel dan Mesir.”
“Israel juga tidak mundur sepenuhnya dari selatan Lebanon. Ini adalah pendudukan dan ancaman terhadap rakyat Lebanon serta kedaulatan negara tersebut.”
“Israel juga terus menduduki sebagian besar tanah di 3 provinsi selatan Suriah.”
“Trump dengan sangat kurang ajar bicara tentang pemindahan paksa warga Gaza dan kepemilikan atasnya. Dia menentukan hari Sabtu pada beberapa pekan lalu sebagai deadline untuk pembebasan semua tawanan Israel. Namun hal itu tidak terjadi.”
“Andai Trump di hari Sabtu itu memulai perang terhadap Gaza, kami siap melakukan intervensi militer.”
“Kita harus terus mengembangkan kekuatan dan siap untuk segala skenario, sehingga kita bisa bertindak di saat yang diperlukan untuk membela Yaman, rakyat Palestina, Lebanon, atau bangsa-bangsa Muslim lain.”
“Kami tegaskan bahwa dimulainya perang atas Gaza berarti seluruh Tanah Pendudukan, termasuk Yafa (Tel Aviv), akan kembali digempur serangan. Kami akan membela saudara-saudara kami di segala level militer.”
