Pakar Bedah 4 Poin Utama dalam Laporan Kegagalan Militer Israel pada 7 Oktober 2023
POROS PERLAWANAN – Dilansir Tasnim, pakar masalah Israel, Mansour Barati dalam sebuah video analitis membahas berbagai aspek dari laporan terbaru Militer Israel terkait kegagalannya membendung Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 silam.
Berikut analisis dari Barati:
“Setelah dipublikasikannya laporan setebal 1.000 halaman oleh Militer Israel tentang kegagalannya pada 7 Oktober 2023, kini kita akan menelaah laporan tersebut. Pada dasarnya, laporan ini menyoroti 2 hal: Pertama, faktor ketidakmampuan Militer dan perangkat keamanan Rezim Zionis dalam memprediksi rencana Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober. Kedua, faktor ketidakberhasilan Militer Israel menggagalkan operasi di jam-jam pertama, terutama di hari awal perang, juga kekalahan besar Israel yang menyebabkan sejumlah besar orang Zionis (sekitar 1.200 orang) tewas dan tertawannya lebih dari 250 orang.”
“Analisis ini menyoroti 4 poin utama terkait kegagalan Militer Israel:
- Pemahaman Keliru Terkait situasi Gaza pada Dekade Lalu
Selama dekade silam, perangkat-perangkat Israel keliru memahami situasi Gaza. Pemahaman keliru dan asumsi salah ini menyebabkan Israel menarik kesimpulan yang tidak tepat terkait Gaza dan membangun pemahamannya berdasarkan asumsi keliru.
Pemahaman keliru ini kembali kepada kesimpulan salah tentang Yahya Sinwar di tahun-tahun setelah 2018. Israel menganggap Sinwar sebagai orang praktis, bukan seorang ideologis. Israel menyangka bahwa Sinwar tidak berniat melakukan tindakan besar dan menyerang Israel. Padahal faktanya bertolak belakang dengan kesimpulan tersebut.
- Analisis Keliru Terkait Kondisi dan Kesiapan Militer Hamas Usai 2014 dan Setelahnya
Sejumlah perang terjadi sejak tahun 2014 dan setelahnya. Namun Israel gagal mengalahkan Hamas di satu pun perang-perang tersebut. Sebagai contoh, dalam perang Pedang al-Quds di tahun 2021, Hamas menentukan syarat untuk Israel. Hamas memberi ultimatum bahwa jika Israel tidak angkat kaki dari distrik Syaikh Jarah, Perlawanan akan menyerang Tanah Pendudukan. Ini menunjukkan bertambahnya kesiapan Hamas, namun luput dari perhatian berbagai perangkat keamanan-intelijen Israel.
Kendati terjadi beberapa perang sejak tahun 2014 dan setelahnya, kurang lebih satu kali tiap 2 tahun, Hamas bukan hanya tidak melemah, bahkan justru meningkatkan kekuatan militer dan intelijennya.
- Keputusan-keputusan Keliru Menjelang 7 Oktober
Pada tanggal 6 dan 7 Oktober, ada tanda-tanda yang bisa dijadikan dasar prediksi bahwa seharusnya sebagian pasukan militer Israel disiagakan.
Tidak adanya perintah untuk bersiaga menyebabkan kekalahan kedua, yaitu kegagalan membendung operasi di jam-jam pertama pada 7 Oktober, dan akhirnya, kekalahan besar bagi Israel.
- Instruksi Komando Militer Israel Usai Dimulainya Perang
Setelah perang dimulai, instruksi-instruksi Komando Militer Israel menghadapi berbagai masalah. Sebagai contoh, lembaga-lembaga militer Israel butuh waktu hingga beberapa jam untuk menyadari bahwa yang sedang terjadi adalah sebuah perang besar. Divisi Gaza Militer Israel kacau balau selama satu hari dan membutuhkan waktu dari tanggal 7 hingga 10 untuk bisa sedikit menguasai keadaan di kawasan.”
“Secara keseluruhan, bisa dikatakan bahwa laporan Militer Israel ini sangat penting, sebab sebagian besarnya berisi pengakuan akan kekalahan-kekalahan Militer israel. Sementara bagian lainnya mengkritik kesimpulan-kesimpulan keamanan perangkat politik dan pejabat politik (tanpa menyoroti langsung kesalahan para pejabat politik). Diramalkan bahwa laporan ini dalam waktu dekat akan mendatangkan masalah bagi para pejabat politik Rezim Zionis.”
