Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Bantah Keterlibatan dalam Perkembangan di Suriah

Hizbullah Ultimatum Israel Segera Mundur dari Perbatasan Sesuai Kesepakatan

POROS PERLAWANAN – Hizbullah Lebanon secara resmi membantah tuduhan yang mengaitkan mereka dengan perkembangan terkini di Suriah. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu (9/3), Hizbullah menegaskan bahwa klaim mengenai keterlibatan mereka dalam konflik Suriah tidak memiliki dasar fakta dan merupakan bagian dari propaganda yang menyesatkan.

Menurut laporan Kantor Berita Al-Manar, beberapa pihak berupaya membawa nama Hizbullah ke dalam konflik yang tengah berlangsung di Suriah. Kantor Informasi Hizbullah menegaskan bahwa segala tuduhan yang mengaitkan mereka dengan eskalasi militer di wilayah tersebut merupakan upaya manipulatif untuk mendiskreditkan kelompok tersebut.

“Beberapa kelompok berusaha mengaitkan Hizbullah dengan perkembangan di Suriah dan menuduh kami sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. Kami dengan tegas membantah klaim-klaim tak berdasar ini,” demikian pernyataan resmi Hizbullah yang dikutip dari Al-Manar News.

Dalam pernyataan lebih lanjut, Hizbullah juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai taktik pemerasan berita yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang salah demi kepentingan politik tertentu.

“Kami meminta seluruh media untuk lebih berhati-hati dalam melaporkan berita dan tidak terjerumus ke dalam perang propaganda yang bertujuan menyesatkan opini publik. Penyebaran informasi yang tidak diverifikasi hanya akan memperkeruh situasi dan menguntungkan kepentingan asing yang mencurigakan,” tegas pernyataan tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Suriah, di mana beberapa laporan internasional menyebut adanya dugaan keterlibatan aktor-aktor regional dalam dinamika konflik yang tengah berlangsung. Namun, Hizbullah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam perkembangan terbaru di negara tersebut dan menolak semua upaya yang mencoba menghubungkan mereka dengan eskalasi yang terjadi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *