Media Zionis Akui Israel dan Sekutunya Gagal Tangkal Serangan Yaman
POROS PERLAWANAN – Situs berita Zionis Aurora Israel pada Sabtu (15/3), mengungkapkan bahwa Israel dan koalisi internasional telah gagal menahan serangan Yaman selama lebih dari setahun. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Israel membutuhkan dukungan rahasia dari Arab Saudi untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat.
Menurut laporan Al-Masirah, media berbahasa Ibrani itu menyoroti ketidakmampuan Israel dan sekutu internasionalnya dalam menghadapi serangan pasukan Yaman. Upaya mereka untuk menciptakan efek jera juga dinilai tidak berhasil, terutama dalam membendung serangan terhadap Israel serta memisahkan konflik ini dari perang di Gaza.
Dalam laporan tersebut, Aurora Israel menyebut bahwa setelah batas waktu yang diberikan pasukan Yaman kepada Israel untuk membuka jalur penyeberangan di Gaza berakhir, pasukan Yaman kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah. Mereka juga memperingatkan bahwa jika Israel kembali menyerang Palestina, maka serangan langsung terhadap wilayah Israel akan dilakukan.
Strategi Israel Dinilai Gagal
Laporan itu juga menegaskan bahwa meskipun Israel dan koalisi internasional telah berupaya menghadapi ancaman ini, langkah-langkah yang diterapkan sejauh ini tidak cukup efektif.
“Terlepas dari upaya yang telah dilakukan, masih ada jalan panjang untuk menetralisir ancaman pasukan Yaman. Strategi yang berbeda diperlukan untuk menghadapi situasi ini,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.
Pasukan Yaman diketahui sempat menghentikan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal yang berafiliasi dengan Tel Aviv di Laut Merah setelah gencatan senjata diberlakukan. Namun, upaya Israel dan sekutunya selama satu tahun terakhir untuk menciptakan efek jera terhadap kelompok Ansarullah—terutama dalam menghambat operasinya di Selat Bab al-Mandab—dinilai gagal. Kondisi ini berpotensi memperburuk posisi Israel dalam perang Gaza.
Yaman Semakin Percaya Diri
Lebih lanjut, laporan itu menyatakan bahwa meskipun pasukan Yaman secara militer lebih kecil dibandingkan Israel, mereka justru semakin percaya diri setelah berinteraksi dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Saat ini, mereka menganggap diri mereka sebagai pemimpin perlawanan dan berkomitmen untuk mendukung Palestina serta Hamas,” tulis Aurora Israel.
Laporan tersebut juga menyoroti perlunya evaluasi strategi oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Yaman. Langkah-langkah ekonomi terbaru yang diterapkan AS disebut masih mengandung ambiguitas dan belum menunjukkan dampak yang nyata.
Dorongan untuk Mengubah Strategi Militer
Dalam analisisnya, Aurora Israel menyarankan agar strategi ofensif terhadap Yaman difokuskan pada serangan terhadap pemimpin militer dan fasilitas rudal, bukan hanya pada infrastruktur. Laporan itu juga menekankan perlunya rencana jangka panjang guna menggulingkan kekuatan yang saat ini berkuasa di Yaman.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, situs itu juga menyerukan agar Amerika Serikat menekan Arab Saudi untuk bergabung dengan koalisi internasional dan memberikan dukungan, meskipun dilakukan secara diam-diam.
