Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Israel Hampir Capai Kesepakatan Rahasia dengan Al-Jolani

POROS PERLAWANAN – Sebuah laporan media berbahasa Ibrani mengungkap bahwa Israel hampir mencapai kesepakatan rahasia dengan Pemerintahan Jolani di Suriah, yang disebut sebagai tawaran strategis yang sulit ditolak.

Menurut laporan Tasnim News pada Minggu 16 Maret, surat kabar Ma’ariv menyebutkan bahwa Israel dan Amerika Serikat memiliki perbedaan pandangan mengenai masa depan Suriah. Tel Aviv berupaya memanfaatkan kondisi Suriah yang lemah dan terpecah, sementara Washington mengedepankan stabilitas serta upaya membangun pemahaman antara kelompok-kelompok minoritas di negara tersebut.

Dalam konteks ini, Israel dikabarkan tengah menyusun jalur strategis yang menghubungkan wilayahnya dengan komunitas Kurdi di Suriah selatan dan kawasan gurun. Sementara Turki fokus pada pembangunan pangkalan militer di wilayah gurun Suriah, Israel disebut-sebut melakukan penetrasi strategis di Suriah selatan, khususnya di Provinsi Sweida. Langkah ini bertujuan memperluas pengaruhnya hingga ke pedalaman gurun dan Suriah timur laut.

Para analis menilai Israel berupaya menciptakan koridor langsung dengan pasukan Kurdi. Salah satu skenario yang tengah dipertimbangkan adalah perjanjian damai komprehensif dengan Damaskus. Berdasarkan rencana tersebut, Pemerintah Jolani akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel dengan imbalan pengakuan penuh atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan.

Lebih lanjut, Ma’ariv mengungkap bahwa berbagai kekuatan regional dan internasional memiliki kepentingan yang saling bertentangan di Suriah, termasuk Israel dan Turki. Laporan ini juga menyoroti dugaan keterlibatan kekuatan asing dalam eskalasi konflik di wilayah pesisir Suriah.

Di sisi lain, sumber media Barat yang dikutip Ma’ariv menyebutkan bahwa Israel terus menekan Amerika Serikat untuk mempertahankan kondisi Suriah yang lemah dan terpecah. Sementara itu, Washington dikabarkan mengkhawatirkan meningkatnya pengaruh Turki di Suriah, terutama dalam konteks pasca-Pemerintahan Bashar al-Assad.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *