Yaman Serang Kapal Induk AS untuk Kedua Kalinya dalam 24 Jam Terakhir
POROS PERLAWANAN – Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree pada Senin pagi 17 Maret mengumumkan, Militer Yaman telah menargetkan kapal induk AS, USS Harry Truman untuk kedua kalinya dalam rentang waktu 24 jam di utara Laut Merah.
“Dalam serangan dan konfrontasi beberapa jam ini, target-target musuh disasar dengan sejumlah rudal balistik, cruise, dan drone,” kata Saree, diberitakan al-Alam.
“Angkatan Bersenjata Yaman sukses menggagalkan serangan yang dipersiapkan musuh terhadap negara kami.”
“Setelah rudal-rudal dan drone menyasar kapal induk dan kapal-kapal terkait dengannya, jet-jet tempur musuh terpaksa kembali ke tempat asal mereka.”
“Dengan bertawakal kepada Allah, Angkatan Bersenjata Yaman menghadapi agresi baru musuh. Kami akan membalas peningkatan konfrontasi militer dengan meningkatkan serangan kami.”
“Jika agresi ke negara kami masih berlanjut, kami akan melaksanakan perintah Pemimpin Yaman untuk melakukan pembalasan yang lebih keras.”
“Kami akan melanjutkan operasi militer dalam mencegah masuknya kapal-kapal Israel ke Kawasan hingga dicabutnya blokade Gaza,” pungkas Earee.
Menlu Yaman, Jamal Amer diberitakan telah mengirim surat ke Sekjen PBB, Dewan Keamanan PBB, Ketua Majelis Umum PBB, para Sekjen OKI, Liga Arab, Dewan Kerja Sama Teluk, Wakil Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, dan seluruh negara anggota PBB.
Dalam surat tersebut, Amer menegaskan bahwa pelarangan navigasi di perairan Yaman hanya diberlakukan terhadap Rezim Zionis.
Ia menyatakan bahwa pada 7 Maret 2025, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik al-Houthi telah memberi tenggat waktu selama 4 hari kepada pihak mediator agar memaksa Israel mengizinkan bantuan masuk ke Gaza. Jika tenggat waktu ini berakhir, Militer Yaman akan memulai b;lokade maritim terhadap Israel.
“Lantaran pembangkangan Rezim Zionis dan tiadanya kemajuan dalam perundingan di Doha, blokade ini dimulai sejak pukul 23.00 Selasa 11 Maret 2025. Kapal-kapal Rezim Israel dilarang melintasi kawasan-kawasan operasi yang telah ditentukan, mencakup Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden.”
Amer menandaskan, tiap kapal Israel yang melintasi kawasan-kawasan tersebut dan mengabaikan peringatan akan menjadi target Militer Yaman.
“Jika musuh tidak mencabut blokade dan pelaparan warga Palestina di Gaza, semua opsi tersedia di atas meja,” tegas Amer.
