Lebih dari 400 Warga Sipil Gugur Syahid dalam Pembantaian Terbaru Rezim Zionis di Gaza
POROS PERLAWANAN – Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi kepada TV Al Mayadeen pada Selasa malam 18 Maret bahwa lebih dari 400 warga sipil telah gugur dalam serangan udara besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa jam terakhir.
Menurut Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mayoritas korban tewas adalah anak-anak dan wanita, sementara 300 hingga 600 lainnya terluka, dan banyak di antaranya mengalami cedera kritis yang dikhawatirkan mengancam jiwa.
“Sejak fajar hari ini, pasukan Pendudukan telah melakukan pembantaian massal di Jalur Gaza. Dalam waktu kurang dari satu menit, lebih dari 100 lokasi diserang, termasuk sekolah dan rumah-rumah warga sipil,” ujar Basal dalam wawancara dengan Al Mayadeen.
Serangan Menargetkan Warga Sipil, Gelombang Pengungsian Meluas
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa di antara korban jiwa terdapat 174 anak-anak, 89 perempuan, dan 32 lansia. Koresponden Al Mayadeen di Gaza juga menginformasikan bahwa serangan brutal ini telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran, terutama dari wilayah utara Jalur Gaza, termasuk Beit Hanoun.
“Sistem kesehatan di wilayah utara Gaza telah lumpuh total dan tidak mampu menangani jumlah korban yang terus bertambah,” lapor koresponden tersebut.
Rezim Zionis Israel secara resmi mengumumkan dimulainya kembali operasi militer di Jalur Gaza pada Senin malam, dengan serangan yang menargetkan kawasan permukiman, tenda-tenda pengungsi, serta area sekitar rumah sakit.
Lembaga Penyiaran Publik Israel melaporkan bahwa keputusan untuk melanjutkan perang ini diambil dalam rapat konsultasi keamanan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, dihadiri oleh Kepala Shin Bet, pejabat keamanan senior Israel, serta mendapatkan persetujuan dari Gedung Putih.
Sementara itu, kantor media di Gaza mengonfirmasi bahwa banyak korban tewas tidak dapat segera dievakuasi ke rumah sakit akibat kondisi kemanusiaan yang memburuk serta kelangkaan bahan bakar yang telah melumpuhkan sistem transportasi di Jalur Gaza.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban jiwa dalam agresi Israel yang berlangsung sejak Oktober lalu. Dengan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk, komunitas internasional kembali menghadapi tekanan untuk menghentikan kekerasan yang telah menewaskan ribuan warga sipil Palestina.
