Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Respons Lemah Pemerintah Lebanon Hadapi Agresi dan Pelanggaran Beruntun Militer Israel

Respons Lemah Pemerintah Lebanon Terhadap Agresi-agresi Militer Israel

POROS PERLAWANAN – Rezim Zionis terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur berbagai titik di selatan Lebanon pada Sabtu pagi 22 Maret. Namun Pemerintah Lebanon menanggapi agresi tersebut dengan hanya menyatakan akan melanjutkan upaya diplomatik.

Diberitakan Fars, Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos mengatakan, Pemerintah Beirut memandang perkembangan saat ini sebagai upaya untuk menyeret Lebanon ke arah peningkatan eskalasi baru.

Dalam wawancara dengan kanal televisi Saudi, al-Hadath, Morcos berkata bahwa Israel mencari-cari dalih kosong untuk melakukan lebih banyak agresi di dalam wilayah Lebanon.

Menurutnya, Militer Lebanon tengah melaksanakan tugas operasional dan lapangannya di selatan negara tersebut.

“Pemerintah akan meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mengusir Militer Israe dari wilayah Lebanon,” ujar Morcos.

Kemenlu Lebanon dalam statemennya mengumumkan, dalam rangka upaya diplomatik untuk menghentikan eskalasi di selatan Lebanon, Menlu Lebanon, Youssef Rajji telah mengontak sejumlah Menlu negara Arab dan asing usai berkoordinasi dengan Presiden dan PM Lebanon. Dalam kontak tersebut, Rajji meminta mereka meningkatkan tekanan atas Israel untuk menghentikan agresi dan mengatasi situasi berbahaya di perbatasan selatan Lebanon.

Di sisi lain, anggota Fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon, Hussein Izzudin menegaskan bahwa Israel tidak perlu mencari-cari dalih, sebab Tel Aviv tidak memedulikan kesepakatan yang sudah ditandatangani dengan Pemerintah Lebanon.

Menurutnya, koordinasi antara Washington dan Tel Aviv menyebabkan Israel meningkatkan serangannya dan berusaha mewujudkan apa yang tak bisa dicapainya di medan perang.

“Rakyat dan Perlawanan telah memberi kesempatan kepada Pemerintah Lebanon untuk memainkan perannya lewat jalur diplomatik. Namun tampaknya Israel tidak peduli kepada upaya-upaya tersebut,” kata Izzudin.

“Kesabaran ini ada batasnya. Pada akhirnya, rakyat dan Perlawanan berhak untuk membela diri.”

Upaya diplomatik Pemerintah Lebanon untuk mengusir Israel dan mengadukan masalah ini ke berbagai lembaga, termasuk Komite Pengawas Gencatan Senjata, masih tidak membuahkan hasil. Sebab, AS mengepalai Komite ini dan secara terbuka menyatakan dukungannya untuk Israel.

Ketua Parlemen Lebanon menyatakan, hingga kini Rezim Zionis telah 1.500 kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *