Ansharullah: Respons Tegas Harus Diberikan terhadap Agresi AS dan Israel
POROS PERLAWANAN– Gerakan Ansharullah Yaman menyerukan respons tegas terhadap serangan dan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Al-Manar pada Minggu (23/3), Biro Politik Gerakan Ansharullah Yaman mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan militer Israel terhadap Lebanon, yang mereka sebut sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa agresi Israel tidak hanya menargetkan Lebanon tetapi juga Suriah, Jalur Gaza, dan Tepi Barat. Oleh karena itu, diperlukan tanggapan yang tegas dan kolektif untuk menghentikan pelanggaran berulang ini.
Lebih lanjut, Ansharullah menekankan serangan Israel terhadap negara-negara di kawasan tidak terpisah dari agresi militer Amerika Serikat di Yaman. Serangan udara yang dilancarkan AS ke beberapa wilayah sipil di Yaman diklaim sebagai bagian dari agenda lebih luas untuk melemahkan perlawanan di Timur Tengah.
“Negara-negara Arab dan Islam harus mengambil sikap tegas terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis. Keheningan dan ketidaktegasan hanya akan semakin mendorong mereka untuk melanjutkan agresi,” tegas pernyataan tersebut.
Serangan Israel terhadap Lebanon dan Jalur Gaza terus berlanjut, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban tewas atau terluka akibat serangan udara dan pengeboman artileri yang intensif.
Sementara itu, mengutip Al Jazeera, Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban serangan Israel di wilayah tersebut telah meningkat menjadi 50.021 jiwa sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, serangan ini juga telah menyebabkan 113.273 orang terluka hingga saat ini.
Serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut meskipun adanya perjanjian gencatan senjata yang rapuh. Penjajah Zionis sengaja menghalangi negosiasi dengan gerakan Hamas untuk menciptakan dalih dalam melanjutkan operasi militernya di Gaza.
