Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Kapal AS di Laut Merah

POROS PERLAWANAN – Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan operasi serangan rudal dan pesawat nirawak yang berlangsung selama beberapa jam terhadap kapal militer Amerika Serikat di Laut Merah. Selain itu, mereka juga mengumumkan serangan terhadap Bandara Ben Gurion di wilayah pendudukan Israel.

Menurut laporan Al-Masirah pada Minggu (23/3), Angkatan Bersenjata Yaman dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa mereka menargetkan Bandara Ben Gurion di Jaffa yang diduduki dengan rudal balistik hipersonik Palestine 2.

Pernyataan tersebut menegaskan, serangan ini mengakibatkan gangguan operasional di bandara, termasuk penghentian pergerakan pesawat. Selain itu, pasukan Yaman juga terlibat dalam bentrokan dengan kapal induk AS USS Harry S. Truman dan beberapa aset angkatan laut musuh lainnya di Laut Merah.

Serangan terhadap kapal musuh ini dilakukan dengan menggunakan sejumlah rudal dan drone serta berlangsung selama beberapa jam.

Sirene Peringatan di Wilayah Pendudukan

Pada pagi hari setelah serangan ini, sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv dan sebagian besar wilayah tengah Palestina yang diduduki. Menurut laporan Al Jazeera, sirene berbunyi di lebih dari 20 kota dan daerah yang diduduki, termasuk Tel Aviv, Yerusalem, dan wilayah utara Tepi Barat.

Saluran TV Al-Masirah juga melaporkan bahwa sirene berbunyi di Jaffa, pangkalan udara Palmachim di selatan Jaffa, serta wilayah luas di tengah Palestina yang diduduki. Aktivasi sirene ini terjadi setelah rudal diluncurkan dari Yaman.

Laporan media Arab itu menunjukkan momen ketika para pemukim Israel bersembunyi saat sirene berbunyi setelah rudal Yaman menghantam pusat Palestina yang diduduki.

Pernyataan Pemimpin Ansharullah

Sebelumnya, tadi malam, Sayyid Abdul Malik Al-Houthi, pemimpin gerakan Ansharullah Yaman, menanggapi perintah pemerintahan AS untuk mengirim kapal induk lain ke Timur Tengah. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti kegagalan kapal induk USS Harry S. Truman.

“Amerika biasa menakut-nakuti negara lain dengan kapal induknya, tetapi dalam konfrontasi dengan Yaman, kapal-kapal ini justru bisa menjadi beban bagi mereka,” ujar Al-Houthi.

Ia menambahkan bahwa di masa lalu, AS menggunakan kapal induk untuk mengancam negara-negara besar, tetapi kini mereka justru mengakui kegagalan mereka sendiri di Yaman.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *