Majalah Atlantic Ungkap Kebimbangan Wapres AS Soal Agresi ke Yaman
POROS PERLAWANAN – Penelusuran yang dilakukan Redaktur majalah Atlantic, Jeffrey Goldberg atas sejumlah dokumen menunjukkan Menhan AS, Pete Hegseth berpendapat bahwa Ansharullah Yaman “bukan kelompok yang dikenal di AS”. Sebab itu, AS harus mengangkat narasi soal “dukungan finansial Iran kepada Ansharullah” demi menjustifikasi agresi ke Yaman.
Diberitakan Fars, dokumen-dokumen tersebut berkaitan dengan percakapan antara para pejabat senior Pemerintahan Donald Trump di aplikasi Signal sebelum serangan 15 Maret AS ke Yaman.
Menurut Goldberg, ada kemungkinan dirinya keliru dimasukkan ke grup Signal lantaran kemiripan namanya dengan salah seorang penasihat Trump. Grup itu dibuat untuk mengoordinasikan serangan ke Yaman.
Hal ini diungkap Goldberg dalam tulisannya di situs Atlantic pada Senin 24 Maret kemarin dengan judul “The Trump Administration Accidentally Texted Me Its War Plans”.
Sebagian percakapan di grup tersebut berkaitan dengan kebimbangan yang diutarakan Wapres AS, J.D Vance sebelum dimulainya serangan ke Yaman.
Pemerintahan Trump berdalih bahwa serangan ke Yaman bertujuan untuk “menghidupkan kebebasan lalu lintas maritim di Laut Merah”.
Salah satu kebimbangan Vance adalah tentang cara meyakinkan publik AS soal urgensi serangan ke Yaman. Terutama dengan melihat bahwa dibandingkan dengan Eropa, hanya sedikit perdagangan AS yang melewati Kanal Suez.
Hegseth menanggapi kebimbangan Vance dengan mengingatkan urgensi fokus kepada Iran dalam penyampaian informasi ke publik.
Vance dalam pesannya di grup itu menulis: ”Saya rasa kita sedang melakukan kesalahan dengan melancarkan serangan ini”.
“Hanya 3 persen perdagangan AS yang dilakukan melalui Kanal Suez, sementara Eropa mencapai 40 persen”.
Menurut Vance, ada risiko bahwa kebanyakan publik tidak akan memahami pentingnya serangan ke Yaman.
“Saya tidak yakin Presiden tahu bahwa tindakan ini sekarang tidak selaras dengan pesan yang kita sampaikan tentang Eropa”, tulis Vance.
“Ada risiko bahwa dengan tindakan ini, kita akan menyebabkan naiknya harga minyak”.
Menanggapi keraguan Vance, Hegseth berkata bahwa karena mayoritas publik tidak mengenal Houthi (Ansharullah), sehingga penyampaian informasi tentang serangan ke Yaman akan menjadi hal sulit.
Sebab itu, imbuh Hegseth, harus ada 2 poin yang ditekankan dalam penyampaian informasi kepada publik: pertama, kegagalan Biden, dan kedua, dukungan finansial Iran untuk Yaman.
