Trump Terus Umbar Ancaman terhadap Iran
POROS PERLAWANAN – Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Amerika Serikat kembali menggunakan retorika keras dan ancaman terhadap Iran.
Menurut Al Jazeera pada Sabtu (29/3), Presiden AS Donald Trump menyampaikan pandangannya mengenai isu-isu internasional.
Terkait ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada, Trump menegaskan, negaranya pasti akan menerapkan tarif bea masuk terhadap barang-barang impor dari Kanada.
Selain itu, Trump juga menyinggung pembicaraannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dan menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, mereka tidak membahas mengenai pembelian senjata dari Iran dan Korea Utara.
Trump juga mengomentari perang antara Rusia dan Ukraina. Ia mengungkapkan bahwa ribuan orang terbunuh dalam konflik ini setiap minggu dan mengklaim bahwa pihaknya telah membuat kemajuan dalam upaya menghentikan perang.
Dalam pidatonya itu, Trump turut menyoroti hubungan Amerika Serikat dengan Denmark. Ia menegaskan bahwa Amerika membutuhkan Greenland, karena pulau tersebut memiliki kepentingan strategis bagi keamanan internasional. Menurutnya, Amerika Serikat tidak ingin bergantung pada Denmark atau negara lain dalam menghadapi kapal-kapal China dan Rusia.
Selain itu, Trump juga menyinggung perkembangan militer Iran, khususnya dalam produksi pesawat tanpa awak (drone). Ia mengakui bahwa Iran sedang mengembangkan drone yang mengesankan dan menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi tersebut.
Trump kemudian mengeluarkan pernyataan bernada ancaman terhadap Iran. Ia mengklaim, “Jika kita tidak mencapai kesepakatan dengan Iran, hal-hal buruk akan terjadi pada negara ini!”
Ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat ini muncul di tengah sikap tegas Republik Islam Iran, yang dalam beberapa hari terakhir telah berulang kali menegaskan bahwa mereka akan merespons secara proporsional dan tegas terhadap setiap tindakan bodoh pihak asing yang merugikan kepentingan mereka.
