Hizbullah Bantah Berita Bohong Reuters Soal Negosiasi Persenjataan
POROS PERLAWANAN — Hizbullah Lebanon secara tegas membantah laporan kantor berita Reuters yang menyebut kelompok Perlawanan itu siap membuka negosiasi terkait masa depan persenjataannya, jika Israel menarik diri dari wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis 10 April, Hizbullah menyebut laporan tersebut tidak berdasar dan menegaskan bahwa informasi semacam itu tidak berasal dari sumber internal mereka.
“Kami menegaskan dengan jelas: tidak ada sumber di dalam Hizbullah yang memberikan pernyataan seperti itu. Posisi partai hanya diumumkan melalui pernyataan resmi, pernyataan pejabat resmi, atau situs web Hizbullah”, tulis pernyataan tersebut seperti dikutip dari Kantor Berita Tasnim.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Hizbullah menunjukkan sinyal keterbukaan terhadap negosiasi, asalkan Israel menghentikan agresinya dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang masih diduduki. Namun, Hizbullah menilai laporan itu sebagai bagian dari upaya membentuk opini publik yang keliru terhadap posisi Kelompok Perlawanan.
Peringatan kepada Media
Di akhir pernyataannya, Hizbullah meminta seluruh media untuk berhati-hati dalam mengutip informasi, khususnya yang dikaitkan dengan isu sensitif seperti ini. Mereka menekankan pentingnya menghindari penyebaran informasi yang tidak resmi atau berasal dari sumber anonim.
“Media diharapkan menahan diri dari menerbitkan laporan-laporan tidak sahih yang dapat merusak pemahaman publik dan menyesatkan opini”, tulis Hizbullah.
Laporan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Hizbullah dan Israel di perbatasan selatan Lebanon, serta meningkatnya dinamika konflik di Kawasan menyusul agresi Israel ke Gaza.
