Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ulama Senior Iran Serukan Respons Tegas terhadap Musuh Asing dan Pentingnya Persatuan Nasional

POROS PERLAWANAN – Ulama senior Republik Islam Iran, Ayatullah Abdullah Javadi Amoli menyerukan agar bangsa Iran memberikan respons tegas terhadap musuh asing dan menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai modal utama negara. Seruan ini disampaikannya saat menerima kunjungan anggota Dewan Islam Qom di kediamannya pada Kamis 10 April.

Dalam pertemuan tersebut, ulama senior itu menjelaskan dua tugas utama pejabat negara: memberikan pelayanan kepada rakyat dan menjaga aset strategis negara, terutama persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tugas pertama adalah memastikan pelayanan kepada rakyat berjalan dengan baik, dengan pengelolaan aset negara yang tepat dan penentuan prioritas yang bijak,” ujar Ayatullah Javadi Amoli. “Tugas kedua adalah menjaga kekayaan nonmateri seperti persatuan, karena tanpa itu, semua kekayaan lainnya akan hancur.”

Menurutnya, persatuan nasional adalah fondasi utama keberhasilan suatu bangsa. Sementara nilai-nilai seperti toleransi, interaksi sosial, dan kerja sama harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan pemerintahan.

Ayatullah Javadi Amoli juga mengingatkan bahwa ancaman terbesar terhadap bangsa bukan hanya dari musuh luar seperti Amerika Serikat dan Zionisme, melainkan juga dari dalam diri manusia sendiri, yakni ego dan hawa nafsu. “Musuhmu yang paling berbahaya adalah dirimu sendiri,” ujarnya.

Beliau menegaskan pentingnya budaya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, termasuk dengan pihak yang berbeda pandangan. “Ini adalah ajaran Islam dan tradisi Nabi Muhammad s.a.w. Konsultasi seharusnya tidak terbatas hanya pada mereka yang sepemikiran,” tambahnya.

Mengutip Khotbah ke-127 dalam Nahjul Balaghah, Ayatullah Javadi Amoli memperingatkan bahaya perpecahan. Beliau menyatakan bahwa individu atau kelompok yang menjauh dari masyarakat akan menjadi sasaran empuk kekuatan destruktif. Karena itu, beliau mendorong penyelesaian segera atas perbedaan-perbedaan kecil yang bisa meluas menjadi ancaman nasional.

“Mereka yang ingin memecah belah umat dan memperbesar konflik internal hingga skala nasional harus ditangani dengan tegas,” tandasnya.

Terkait ancaman eksternal, Ayatullah Javadi menyerukan ketegasan dalam menghadapi musuh luar negeri. “Kita harus berdiri teguh dan mengembalikan batu itu ke tempat asalnya,” katanya, dengan menambahkan bahwa keberanian dan kekuatan adalah syarat mutlak untuk membuat musuh gentar, sesuai ajaran Al-Quran.

Namun demikian, menuurtnya sikap tegas terhadap musuh asing harus dibarengi dengan sikap toleran dan penuh kasih terhadap sesama warga. “Di dalam negeri, kita harus menanggapi perbedaan dengan empati, dialog, dan kebaikan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ayatullah Javadi Amoli menyinggung pelajaran berharga dari masa Perang Pertahanan Suci. Dikatakannya, kemenangan Iran dalam perang tersebut diraih bukan semata karena senjata, tetapi karena persatuan dan kemanusiaan.

“Jika kita dapat memadukan kekuatan material dengan kekuatan utama kita, yakni persatuan nasional, maka kita akan mencapai tujuan-tujuan besar bangsa ini,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *