Faleh Al-Fayyadh: Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis dan Qasim Soleimani, Roh Perlawanan Pasukan Mobilisasi Populer
POROS PERLAWANAN – Kepala Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF), Faleh Al-Fayyadh, menegaskan bahwa Irak tengah memasuki fase strategis baru dalam sejarah militernya. Dalam sebuah upacara penghormatan bagi para perwira akademi militer pada Jumat 11 April, Al-Fayyadh menyatakan bahwa PMF kini telah mengukuhkan posisinya sebagai lembaga militer resmi dalam struktur pertahanan negara.
“Undang-undang yang telah disahkan Dewan Menteri dan tengah menunggu persetujuan parlemen akan menjadi fondasi hukum baru bagi restrukturisasi PMF,” ujar Al-Fayyadh sebagaimana dikutip Al-Mayadeen. Ia menjelaskan, legislasi tersebut mencakup pendirian akademi militer terintegrasi bagi PMF, dengan fakultas teknik, kepemimpinan, staf komando, dan ilmu humaniora sebagai langkah untuk memperkuat profesionalisme dan legitimasi pasukan.
Mengulas peran strategis PMF dalam menjaga kedaulatan Irak, Al-Fayyadh menyebut bahwa pasukan ini, bersama militer reguler dan Peshmerga, berada di garis depan saat Irak memukul mundur proyek kehancuran yang dilancarkan kelompok teror ISIS. “Kami adalah garda depan dalam perang mempertahankan tanah air dari penjajahan tak kasatmata,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa karakter PMF dibentuk oleh darah para syuhada. “PMF adalah pedang kebenaran yang dihunus melawan arogansi global, kebalikan dari mesin pembantaian yang dijalankan entitas Zionis di Palestina, Lebanon, dan Suriah,” kata Al-Fayyadh. Ia secara khusus menyebut dua nama kunci dalam poros ini: Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis dan Jenderal Qasim Soleimani.
“Abu Mahdi adalah arsitek PMF, dan nyawanya menjadi batu pijakan perjuangan kami. Qasim Soleimani adalah jiwa yang dihembuskan ke dalam tubuh pasukan ini. Mereka bukan sekadar pendukung, mereka adalah roh perlawanan itu sendiri,” ungkapnya.
Menanggapi narasi-narasi fitnah yang mencoba memisahkan PMF dari institusi militer resmi, Al-Fayyadh menegaskan: “Musuh ingin mengadu domba PMF dengan Angkatan Bersenjata Irak. Ini tidak benar. PMF adalah bagian sah dan tunduk pada komando militer nasional.”
Dalam lanskap pasca-perang terhadap terorisme dan intervensi asing, fase baru yang dimasuki PMF mencerminkan konsolidasi Poros Perlawanan dalam kerangka negara. Irak, dengan segala luka akibat pendudukan dan perang proksi, mulai menata ulang arsitektur militernya di bawah bendera kemerdekaan dan martabat nasional.
