Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Kepala Staf Umum Militer Israel Minta Netanyahu Buang ‘Fantasi Penghancuran Hamas’

Kepala Staf Umum Militer Israel Minta Netanyahu Buang ‘Fantasi Penghancuran Hamas’

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah perkembangan penting terkait perang Gaza, berbagai sumber Israel mengungkap peringatan para panglima tinggi Rezim Zionis soal kemustahilan melenyapkan Hamas.

Dikutip Fars dari Yedioth Ahronoth, Kepala Staf Umum Militer, Eyal Zamir memberi tahu Kabinet Benyamin Netanyahu tentang krisis sumber daya manusia dan militer yang membelit Israel; krisisi yang menyulitkan operasi militer besar di Gaza, jika tidak bisa disebut mustahil.

Peringatan ini disampaikan dalam dialog internal antara para panglima militer dan pimpinan politik Rezim Zionis. Zamir meminta agar “fantasi penghancuran total Hamas melalui operasi militer” dibuang jauh-jauh.

Menurut sumber keamanan Israel, Zamir menyarankan agar Israel fokus kepada jalur diplomatik dan perhatian khusus terhadap mediasi Mesir. Sumber itu berkata,”Kepala Staf Umum mengusulkan agar kemajuan dalam perundingan dengan Hamas diwujudkan melalui kontak dengan para mediator, terutama Mesir.”

Pernyataan Zamir menandakan krisis mendalam yang dihadapi Militer Israel. Berdasarkan data-data yang ada, rata-rata sambutan para serdadu cadangan di berbagai unit tempur terhadap pemanggilan tugas berkurang antara 60 hingga 70 persen.

Israel juga menghadapi gelombang protes terhadap perang saat ini, baik di jalanan atau di dalam tubuh Militer sendiri. Ditambah dengan kemarahan publik atas penolakan kalangan Heridi terhadap wajib militer.

Pakar masalah Israel dan dosen bahasa Ibrani di Universitas Ayn Shams di Mesir, Dr. Muhammad Aboud menyatakan, statemen Zamir menunjukkan sebuah metamorfosa dalam wacana militer Israel.

“Kepala Staf Umum Israel mengirim surat kepada para pimpinan politik, terutama Netanyahu, Smotrich, dan Ben-Gvir. Dia meminta mereka untuk menyingkirkan fantasi solusi militer dan menanggapi tawaran Mesir untuk mengakhiri krisis,” kata Aboud kepada Kanal RT.

“Pernyataan ini menandakan bahwa Militer memahami realita tantangan-tantangan yang dihadapi Israel dengan mengabaikan slogan-slogan politis.”

“Israel bergelut dengan kesenjangan sosial serta krisis nyata dalam hal sumber daya manusia dan perangkat,” tandas Aboud.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *