Lebanon Akhiri Dalih-dalih Israel untuk Lanjutkan Agresi
POROS PERLAWANAN – Diberitakan Fars, Militer Lebanon pada Rabu 16 April mengabarkan penangkapan anggota sebuah kelompok yang melancarkan serangan roket dari selatan Lebanon ke Tanah Pendudukan beberapa waktu lalu.
Dua serangan roket dilakukan pada tanggal 22 dan 28 Maret 2025 silam. Militer Lebanon sukses mengidentifikasi kelompok yang melakukan serangan tersebut. Anggotanya adalah sejumlah warga negara Palestina dan Lebanon.
Militer Lebanon dalam statemennya menyatakan, mereka telah menyita kendaraan dan perangkat yang digunakan dalam 2 operasi tersebut.
Dua serangan roket ke utara Tanah Pendudukan itu dijadikan dalih oleh Rezim Zionis untuk menyerang Lebanon dan melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Hizbullah dalam 2 statemennya membantah keras keterlibatannya dalam serangan-serangan roket tersebut. Di saat bersamaan, Hizbullah menegaskan komitmennya kepada kesepakatan gencatan senjata.
Hizbullah secara tersirat menyoroti kejanggalan 2 serangan tersebut dan menilainya sebagai “operasi yang dibuat-buat.” Hizbullah menegaskan, Israel adalah pihak yang diuntungkan oleh serangan itu dan memanfaatkannya sebagai dalih untuk mengagresi Lebanon.
Saat itu, sumber-sumber al-Mayadeen menyatakan, Hizbullah tak memiliki hubungan dengan serangan roket tersebut. Menurut al-Mayadeen, Hizbullah biasa merilis statemen setelah melancarkan operasi dan mengaku bertanggung jawab atasnya. Namun cara penembakan amatir roket pada Sabtu pagi menunjukkan, serangan itu tidak ada kaitannya dengan Hizbullah.
Sebuah sumber militer dalam wawancara dengan al-Jazeera mengatakan,”Penyelidikan perdana menunjukkan, roket-roket yang ditembakkan ke Tanah Pendudukan adalah tipe lama.”
