Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Pemimpin Ansharullah: USS Harry Truman Meringkuk Ketakutan di ‘Cangkang Pertahanan’

Pemimpin Ansharullah: USS Harry Truman Bergelung di dalam ‘Cangkang Pertahanan’

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato pada Kamis malam 17 April, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdulmalik al-Houthi menyoroti kebungkaman Umat Muslim terhadap penderitaan bangsa Palestina. Menurutnya, kini Umat Muslim telah sampai ke tahap yang di situ mereka tidak memedulikan apa pun, bahkan sesakral apa pun itu.

“Pembantaian, penghancuran, dan penculikan orang di Tepi Barat bertujuan untuk mengusir paksa warga Palestina. Tel Aviv sama sekali tidak menghormati kesepakatan dengan Otoritas Palestina (PNA). Israel juga tenang karena negara-negara Arab tidak mengambil tindakan serius. Orang-orang Zionis mengakui bahwa AS memberi keleluasaan penuh kepada mereka di hadapan Gaza. Pada hari-hari ini, AS meningkatkan bantuan senjata untuk Rezim Zionis. Kendati demikian, kita melihat saudara-saudara kita di Brigade al-Qassam dan faksi-faksi Perlawanan di Gaza tetap teguh di jalan mereka,” kata al-Houthi, diberitakan Mehr.

“Pelanggaran gencatan senjata di Lebanon oleh Israel juga berlanjut dengan dukungan AS. Tel Aviv memandang Lebanon dalam bingkai proyek yang disebut ‘Israel Raya.’ Andai agresi besar Israel ke Lebanon berjalan sukses, Rezim Zionis praktis akan menyebar pasukannya di seluruh Lebanon.”

“Saat ini, Israel memandang Lebanon dengan penuh ketamakan. Hizbullah memainkan peran terbesar dalam menyelamatkan Lebanon. Hizbullah telah meraih capaian-capaian istimewa di tengah Umat Muslim dan negara-negara Arab dalam menghadapi Israel. Rakyat Lebanon harus tahu bahwa perlawanan adalah sebuah opsi urgen yang tak bisa dikesampingkan.”

“Jika opsi perlawanan di Lebanon disingkirkan, kita akan menyaksikan bahaya yang sangat besar. Hizbullah telah banyak berkorban demi melindungi Lebanon. Hizbullah harus didukung. Perlawanan jangan dijadikan sasaran konspirasi. Tuntutan musuh untuk melucuti senjata Perlawanan tidak boleh diterima.”

“Setelah senjata rakyat Palestina dilucuti oleh Mesir dan Yordania, bangsa Palestina menjadi mangsa empuk Zionis di tahun 1967. Yang senjatanya harus dilucuti adalah Israel, bukan Perlawanan. Dibanding umat lain, umat kita lebih membutuhkan senjata.”

“Di bulan ini, AS telah melancarkan 900 serangan udara dan laut ke Yaman. Meski demikian, Militer Yaman berhasil menembak jatuh 19 drone MQ-9 milik AS. Sejak dimulainya agresi baru ke Gaza, Militer Yaman telah melancarkan 33 operasi konfrontasi melawan musuh dan lebih dari 122 operasi drone-rudal. Pengiriman beruntun kapal-kapal induk AS menunjukkan bahwa kapal-kapal sebelumnya telah gagal.”

“Operasi rudal hipersonik dan rudal Dzulfiqar dilancarkan berbarengan dengan hari raya Yahudi. Itu merupakan ‘hadiah’ untuk para penjahat Zionis. Di bulan ini, kita melancarkan 78 operasi menggunakan 171 rudal balistik terpandu, hipersonik, dan drone. Kita melakukan 33 operasi terhadap kapal induk AS dengan 122 rudal dan drone. Berlindungnya armada AS ke pangkalan di Samudera Hindia, yang berjarak 4 ribu km, menunjukkan kegagalan serangan mereka. USS Harry Truman telah mundur ke dalam cangkang pertahanan. Ketika Trump mengakui ia tercengang karena Yaman membuat rudal, itu menandakan bahwa mereka mengakui rudal-rudal ini dibuat di Yaman oleh orang-orang Yaman sendiri.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *