Akibat Perang Tarif Trump, Sejumlah Restoran di Seluruh Dunia Serentak Hapus Produk-produk AS
POROS PERLAWANAN – Restoran-restoran di dunia yang dikelola dengan cara AS mulai memasok produk dari negara-negara lain, menyusul perang tarif yang dilancarkan Donald Trump.
Dilansir Fars, sebuah restoran AS di Beijing bernama “Home Plate BBQ” tengah mencetak daftar menu baru, yang tidak lagi mencantumkan masakan dengan daging dari AS.
Menurut laporan Independent, perang dagang antara AS dan China telah menyebabkan restoran tersebut berpaling ke pasar Australia. Sebelum ini, Home Plate BBQ memasok 7 hingga 8 ton daging dari AS.
Kendati ekspor bulanan daging sapi AS ke China tidak terlalu besar dibandingkan skala keseluruhan dagang kedua negara, namun hilangnya daging sapi AS dari menu-menu restoran Beijing menunjukkan, ribuan komoditas lain akan mengalami nasib serupa di kedua sisi Samudera Pasifik.
Selain itu, lapor Independent, daging sapi AS adalah salah satu dari ribuan komoditas yang menjadi korban perang dagang antara para mitra dagang terbesar di dunia. Banyak negara yang berpaling kepada selain AS untuk memasok barang yang mereka butuhkan.
Dalam periode kedua kepresidenan Trump, Pemerintah AS memberlakukan tarif besar atas sejumlah komoditas berbagai negara, termasuk Kanada, Meksiko, China, dan sejumlah negara Eropa.
Banyak negara yang balas menaikkan tarif untuk menghadapi kebijakan Trump. Berlawanan dengan yang diperkirakan Trump, kebijakan ini justru menyebabkan jatuhnya pasar finansial AS, meningkatkan harga barang di negara itu, dan mengurangi permintaan untuk produk-produk AS.
Perang dagang menyebabkan harga daging sapi AS naik drastis dan menyulitkan para konsumen di seluruh dunia.
Diperkirakan bahwa situasi ini akan mendatangkan kerugian kepada para peternak, perusahaan komoditas daging, dan petani produsen makanan ternak di AS.
Seorang pemasok daging di Beijing mengatakan kepada Independent, pengalaman restoran waralaba Home Plate BBQ, yang memiliki 3 cabang di China, sedang terulang di restoran-restoran lain China, bahkan restoran-restoran ala AS di seluruh dunia.
Media Inggris ini melaporkan, Australia telah mengisi kekosongan di pasar ini. Australia menjual daging sapi dengan harga 40 persen lebih murah daripada daging sapi AS.
