Pernyataan Brigade al-Qassam Soal Penyergapan Mematikan di Utara Gaza
POROS PERLAWANAN – Brigade al-Qassam mengumumkan telah melakukan sebuah operasi penting pada hari Kamis 24 April, yang merupakan pelengkap penyergapan “Pematahan Pedang.” Sayap militer Hamas menyatakan, operasi tersebut sukses menimbulkan kerugian di kubu Militer Zionis.
Dilansir Fars, Brigade al-Qassam pada hari Jumat 25 April mengumumkan, operasi tersebut telah menewaskan serta melukai 4 serdadu dan perwira Zionis. Mereka ditembaki para pejuang Perlawanan di timur Bet Hanoun di Gaza.
Media-media Israel pada hari Jumat kemarin memublikasikan beberapa foto dan mengkonfirmasi kematian seorang serdadu Zionis dalam penyergapan tersebut.
Serdadu itu bernama Asaf Cafri. Dia berusia 26 tahun dan bertugas sebagai pengemudi tank di Batalion 79 Militer Israel.
Penyergapan “Pematahan Pedang” dilakukan beberapa hari lalu di Bet Hanoun. Dalam penyergapan tersebut, sayap militer Hamas menargetkan sebuah kendaraan militer Israel. Kendaraan itu terguling serta menewaskan dan melukai para penumpangnya.
Banyak pakar menegaskan, operasi ini adalah awal dari sebuah operasi besar yang akan dilancarkan pejuang Perlawanan terhadap Militer Israel.
Brigade al-Qassam menyebut penyergapan-penyergapan itu dengan “sergapan kematian.” Penyergapan-penyergapan ini mengilustrasikan neraka bagi para serdadu Zionis. Operasi-operasi ini juga membuktikan kembali bahwa Perlawanan Palestina mampu mengamati pergerakan pasukan Israel dari dekat, menganalisis informasi, dan mendapatkan gambaran akurat tentang sasaran yang akan menjadi target. Hal inilah yang menjadi pangkal kesuksesan operasi-operasi penyergapan Brigade al-Qassam.
Setelah berlalunya satu setengah tahun dari agresi Israel ke Gaza, Brigade al-Qassam dan pasukan Perlawanan lain di Gaza masih terus menciptakan dan meng-upgrade metode tempur, supaya bisa relevan dengan medan tempur di segala kawasan.
Para pejuang Perlawanan terus menggunakan taktik dan perangkat baru. Perangkap-perangkap maut yang dipasang Perlawanan sukses menewaskan serta melukai serdadu Zionis. Hal ini membuktikan kebohongan Militer Israel yang mengeklaim telah “melenyapkan pasukan Perlawanan di Gaza.”
