Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Partai Liberal Suriah Ungkap Upaya Serius Rezim Jolani Soal Normalisasi dengan Rezim Zionis

POROS PERLAWANAN — Dalam sebuah kabar yang mengguncang nurani bangsa Arab dan umat Islam, Pemimpin Partai Liberal Suriah, Bassam Al-Qutali mengungkapkan kepada Sputnik pada Sabtu 26 April bahwa Damaskus, jantung sejarah perlawanan, kini serius mengupayakan normalisasi hubungan dengan entitas penjajah, Rezim Zionis Israel.

Atas nama “legitimasi internasional”, segelintir penguasa berambisi menukar kehormatan rakyat Suriah dengan secarik pengakuan dari Washington dan Tel Aviv. Al-Qutali dengan gamblang mengakui bahwa rezim baru Suriah memahami satu jalan menuju legitimasi: memenuhi kepentingan Amerika Serikat, termasuk berlutut di hadapan rezim Zionis.

Upaya ini adalah pengkhianatan bertingkat; mengkhianati darah syuhada, mengkhianati sejarah bangsa Arab, dan mengkhianati hak rakyat Suriah atas Dataran Tinggi Golan, tanah yang dijarah dengan brutal oleh penjajah Israel.

Lebih memilukan, normalisasi ini — jika benar terjadi — tidak akan ditempuh secara terbuka dan bertanggung jawab, melainkan melalui jalur licik, yaitu Turki. Sebuah konspirasi senyap yang bertujuan menipu rakyat, mengelabui dunia, dan mempercepat pendudukan gelap atas tanah dan kehormatan bangsa.

Tidak cukupkah nasib pahit yang dialami Palestina, Sudan, Bahrain, Maroko, dan para pendosa normalisasi lainnya menjadi pelajaran? Bahwa setiap pintu yang dibuka kepada Zionis hanya memperlebar luka, hanya memperdalam penderitaan.

Lebih tragis lagi, Al-Qutali sendiri mengakui bahwa Israel tidak akan menyerahkan Dataran Tinggi Golan. Maka jelaslah bahwa normalisasi ini bukan tentang “perdamaian”. Ini tentang menyerah tanpa syarat. Ini tentang mengemis belas kasih dari musuh zalim yang tak pernah berniat adil.

Suriah adalah tanah jihad, bumi Karbala kedua dalam sejarah modern; kini berdiri di persimpangan, antara tetap menjadi benteng kehormatan atau terjerumus dalam dosa normalisasi yang akan dilaknat generasi sepanjang masa.

Kehormatan bukan sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Pengkhianatan terhadap Palestina adalah pengkhianatan terhadap seluruh umat.

Adapun sejarah, sejarah yang agung dan panjang tidak akan pernah mengampuni mereka yang menjual bangsanya demi sejumput legitimasi palsu belaka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *