Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Ketegangan India-Pakistan Meningkat Tajam Usai Serangan Teror di Kashmir

POROS PERLAWANAN – Sejak akhir pekan lalu, ketegangan antara India dan Pakistan di wilayah sengketa Kashmir kembali memanas. Bentrokan di sepanjang Garis Kontrol (LoC) dilaporkan menyebabkan dua tentara Pakistan terluka. Militer Pakistan menuduh tentara India menanam alat peledak rakitan di perbatasan, sementara media India menuding pasukan Pakistan menembaki pos perbatasan India tanpa provokasi, mengakibatkan sejumlah korban di pihak Pakistan.

Ketegangan ini berakar dari serangan teroris mematikan yang terjadi pada Selasa 22 April, di daerah wisata Baisaran, dekat Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India. Serangan itu menewaskan sedikitnya 26 orang — sebagian besar wisatawan India — dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Dalam beberapa jam setelah serangan, Pemerintah India mengambil sikap keras, secara resmi menuduh Pakistan mendukung aksi terorisme di Kashmir.

Respons Pakistan: Seruan untuk Penyelidikan Internasional

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, dalam wawancara dengan The New York Times, menyatakan bahwa Islamabad mendukung dilakukannya penyelidikan internasional terhadap pembunuhan 26 warga sipil tersebut. Asif juga menegaskan kesediaan Pakistan untuk bekerja sama dengan tim penyelidik internasional (The New York Times, 2025).

Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa pasukan keamanan India telah menghancurkan rumah dua orang yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Polisi India mengeklaim bahwa para pelaku adalah anggota Front Perlawanan Teroris (The Resistance Front, TRF), cabang dari Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan (Al Jazeera, 2025). Namun, Islamabad dengan tegas membantah tuduhan ini.

Pasukan keamanan India meluncurkan operasi pencarian besar-besaran untuk memburu para pelaku. Pihak berwenang merilis poster buron yang menampilkan sketsa tiga tersangka: Adil Hussain Tokar, seorang warga Kashmir, serta dua warga negara Pakistan, Ali Bhai dan Hashim Musa.

Bentrokan Baru di Garis Kontrol

Pada Jumat malam dan Sabtu dini hari, ketegangan di perbatasan meningkat. Tentara India mengumumkan bahwa pasukan Pakistan kembali melanggar gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol. Menurut laporan Asian News International (ANI) yang mengutip pernyataan Militer India: “Tentara Pakistan melepaskan tembakan dari pos mereka di seberang LoC”, yang kemudian direspons oleh pasukan India menggunakan senjata ringan (ANI News, 2025). Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden terbaru ini.

Ancaman Balasan atas Sengketa Air

Ketegangan tak hanya terbatas pada isu keamanan. Mantan Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto Zardari memperingatkan India agar tidak menangguhkan Perjanjian Air Indus, kesepakatan pengelolaan air sungai yang telah berlaku sejak 1960. Dalam pidatonya di Sukkur, Sindh, Bilawal menegaskan: “Jika India memotong aliran air Sungai Indus, maka darah mereka akan mengalir sebagai gantinya,” mengacu pada potensi konflik bersenjata jika perjanjian air dilanggar (Dawn News, 2025).

Pernyataan Ngawur Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga turut berkomentar mengenai ketegangan ini dalam perjalanannya menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Trump, dalam pernyataan kepada wartawan di pesawat kepresidenan, mengatakan, “India dan Pakistan telah bertempur memperebutkan Kashmir selama ribuan tahun… mungkin selama 1.500 tahun.”

Pernyataan Trump ini menuai kritik luas karena ketidakakuratan historis. Faktanya, konflik India-Pakistan bermula pada 1947, pasca-pembagian India Britania menjadi dua negara berdaulat: India dan Pakistan. Sengketa Kashmir muncul akibat ketidakjelasan status wilayah tersebut setelah kemerdekaan dan pembagian (BBC History, 2024).

Referensi:
1. The New York Times, 2025. “Pakistan Calls for International Probe into Kashmir Attack”
2. Al Jazeera, 2025. “India Destroys Homes of Suspected Militants after Deadly Attack”
3. ANI News, 2025. “Pakistani Troops Violate Ceasefire Again at LoC, Says Indian Army”
4. Dawn News, 2025. “Bilawal Warns India against Water War over Indus Treaty”
5. BBC History, 2024. “Partition of India and Kashmir Conflict: An Overview”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *