Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Hasil Survei 100 Hari Kepresidenan Trump Catatkan ‘Situasi Terburuk AS Sejak 80 Tahun Terakhir’

Hasil 100 Hari Kepresidenan Trump Catatkan ‘Situasi Terburuk AS Sejak 80 Tahun Terakhir’

POROS PERLAWANAN – Hasil jajak pendapat gabungan dari 3 lembaga besar menunjukkan, popularitas Donald Trump merosot drastis setelah ia menjadi Presiden AS untuk periode keduanya.

Diberitakan al-Alam, hasil jajak pendapat ini mengungkap kinerja terburuk seorang Presiden AS sejak 80 tahun terakhir. Jajak pendapat ini menunjukkan ketidakpuasan besar rakyat AS terhadap kinerja Trump.

Jajak pendapat ini diadakan atas kerja sama Washington Post, kanal ABC News, dan lembaga Ipsos. Berdasarkan hasilnya, hanya 39 persen warga AS yang puas terhadap kinerja Trump.

Angka dukungan ini adalah angkat terendah yang pernah tercatat dalam sejarah 100 hari pertama kepresidenan di AS. Selain itu, 55 persen warga AS menentang kinerja Trump. Dari angka ini, sebanyak 44 persen “menentang keras” kinerja Trump.

Dalam periode pertama kepresidenan Trump pada tahun 2017, Trump masih mendapatkan angka 42 persen kepuasan dalam 100 hari pertama.

Pendahulu Trump, Joe Biden, mendapatkan angka kepuasan 59 persen di 100 hari pertama kepresidenannya pada tahun 2021.

Dalam bidang kebijakan ekonomi, hasil jajak pendapat sangat negatif.

Sebanyak 72 persen warga AS meyakini, kebijakan ekonomi Trump bisa memicu resesi ekonomi.

Sebanyak 73 persen warga AS menilai situasi ekonomi AS saat ini sangat buruk. 53 persen berpendapat bahwa kondisi ekonomi di masa Trump menjadi lebih buruk.

Di sisi lain, sebanyak 41 persen warga AS mengaku kemampuan finansial mereka menurun dalam rentang waktu ini.

Dari sisi inflasi, kendati Trump berjanji akan mengontrolnya, namun sebanyak 62 persen warga AS menyatakan bahwa harga-harga terus merambat naik. Sebanyak 71 persen peserta jajak pendapat menyatakan, kebijakan tarif cukai Trump adalah penyebab kenaikan harga-harga ini.

Dalam hal kebijakan imigrasi, dukungan untuk Trump merosot secara signifikan. Meski awalnya sempat mendapatkan dukungan, namun kini kebijakan imigrasi Trump ditentang publik secara mencolok.

Sehubungan dengan kebijakan tarif cukai, dua pertiga warga AS (66 persen) menentang kebijakan yang diberlakukan Trump dalam hal ini.

Perkembangan baru dalam jajak pendapat ini tidak hanya menunjukkan problem Trump dalam menarik simpati publik, tapi juga mengungkap bahaya-bahaya serius bagi Partai Republik dalam Pemilu mendatang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *