Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

India-Pakistan Masuki Fase Konflik Militer: Rudal, Jet Tempur, dan Artileri Dikerahkan

India-Pakistan Masuki Fase Konflik Militer: Rudal, Jet Tempur, dan Artileri Dikerahkan

POROS PERLAWANAN – Setelah berminggu-minggu ketegangan meningkat, India dan Pakistan kini resmi memasuki fase konflik militer terbuka, dengan serangan menggunakan rudal, jet tempur, dan artileri. Hingga saat ini, belum ada laporan pertempuran darat.

Menurut kantor berita Tasnim News, pada Rabu 7 Mei, India meluncurkan serangan udara dalam operasi yang dinamakan Operasi Sindoor, dengan menargetkan sembilan lokasi di Pakistan dan wilayah Kashmir di bawah kendali Islamabad. Sedikitnya delapan orang, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas dan lebih dari 35 orang luka-luka, menurut keterangan resmi dari Pemerintah Pakistan.

Latar Belakang: Dari Pahalgam ke Operasi Sindoor

Konflik ini dipicu oleh serangan berdarah pada 22 April 2025 di distrik Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, yang menewaskan 26 orang, mayoritas wisatawan Hindu. Kelompok Front Perlawanan—cabang dari Lashkar-e-Taiba—mengeklaim bertanggung jawab. India menuduh Pakistan berada di balik dukungan kelompok tersebut, tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad.

Sebagai tanggapan, India melakukan langkah diplomatik dan militer, termasuk mengusir diplomat Pakistan, menangguhkan Perjanjian Perairan Indus, dan menutup perbatasan. Pakistan merespons dengan mencabut Perjanjian Shimla dan menutup wilayah udaranya untuk pesawat India.

Rincian Serangan dan Respons

Pada Selasa malam, India menembakkan rudal ke sembilan target di Pakistan dan Kashmir. Militer India menyebut serangan itu sebagai “operasi presisi” terhadap “pangkalan teroris”, dan mengeklaim tidak menyerang fasilitas militer Pakistan. Pemerintah India juga menekankan bahwa operasi dilakukan dengan “disiplin tinggi” dalam pemilihan target.

Namun, Menteri Pertahanan Pakistan menolak klaim tersebut, menegaskan bahwa seluruh target adalah wilayah sipil. Ia juga menyatakan bahwa India menggunakan rudal jarak jauh dari wilayah udaranya, tanpa melintasi perbatasan Pakistan.

Sebagai tanggapan, Pakistan melancarkan serangan balasan ke wilayah Kashmir yang dikuasai India. Militer India melaporkan tiga orang tewas akibat serangan tersebut. Juru Bicara Militer Pakistan menyatakan pihaknya telah menembak jatuh lima jet tempur India, satu drone, dan menangkap tiga tentara India. Baku tembak juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di Kashmir.

Tanggapan Internasional dan Penerbangan Dibatalkan

Sekretaris Jenderal PBB melalui juru bicaranya menyampaikan “keprihatinan mendalam” atas eskalasi militer di perbatasan dan menyerukan kedua belah pihak menahan diri semaksimal mungkin.

Sementara itu, sejumlah maskapai India membatalkan penerbangan ke wilayah utara, termasuk Kashmir dan Negara Bagian Punjab dan Rajasthan. SpiceJet, IndiGo, dan Air India telah menghentikan penerbangan ke dan dari bandara di Jammu, Srinagar, Amritsar, Leh, dan Dharamshala. Beberapa penerbangan internasional ke Amritsar dan Delhi juga dialihkan.

Pakistan Buka Pintu Dialog Jika Serangan Dihentikan

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka jalur diplomasi. “Jika permusuhan ini berhenti, kami siap berdialog dengan India,” katanya kepada Bloomberg. Namun ia menegaskan: “Kami tidak ingin eskalasi, tapi jika India terus menyerang, kami akan merespons.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *