Macron Terima Al-Jolani di Paris, Isyaratkan Pelonggaran Sanksi terhadap Suriah
POROS PERLAWANAN – Media yang berafiliasi dengan kelompok Abu Muhammad al-Jolani di Suriah melaporkan pertemuan kontroversial antara pemimpin kelompok bersenjata tersebut dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris.
Mengutip Kantor Berita SANA pada Kamis 8 Mei, Macron disebut telah menyambut Pemimpin Haiat Tahrir al-Sham (HTS), Al-Jolani, dalam pertemuan tertutup. Langkah ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk di dalam negeri Prancis dan komunitas internasional.
Kantor berita AFP turut melaporkan bahwa dalam pernyataan publiknya, Macron membela keputusannya dengan mengatakan bahwa “keterlibatan dengan otoritas di Suriah, termasuk elemen-elemen yang berpengaruh di lapangan, penting untuk masa depan stabilitas Kawasan”.
Ia juga menegaskan bahwa Prancis sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi ekonomi secara bertahap terhadap Damaskus, dengan catatan bahwa Pemerintah Suriah mampu menjamin stabilitas dan keamanan di wilayahnya.
“Saat ini kami sedang berdiskusi dengan mitra kami di Amerika Serikat untuk meninjau ulang tekanan ekonomi terhadap Suriah,” kata Macron dalam konferensi pers.
Terkait pertemuannya dengan Al-Jolani, Macron menyatakan bahwa ia mengutuk serangan kekerasan terbaru di Suriah sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”. Ia mengeklaim telah mendesak Al-Jolani untuk menjamin perlindungan bagi seluruh warga Suriah, tanpa diskriminasi, serta meminta agar semua pelaku kekerasan diadili secara hukum.
Macron juga menyampaikan bahwa Uni Eropa “harus menjatuhkan sanksi terhadap individu-individu yang terbukti bertanggung jawab atas kejahatan di Suriah”, seraya menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam proses rekonsiliasi nasional.
