Pemimpin Ansharullah: Kejahatan Abad Ini di Gaza, Tanggung Jawab Utama Bangsa Arab dan Dunia Islam
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Gerakan Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badrudin al-Houthi menegaskan bahwa genosida yang berlangsung di Gaza merupakan “kejahatan abad ini” yang dilakukan secara terbuka di hadapan dunia, dan tanggung jawab utama atas kebisuan serta kelambanan terhadapnya terletak di pundak bangsa Arab dan dunia Islam.
Dalam pidato mingguannya yang disiarkan oleh jaringan Al-Masirah pada Kamis malam 8 Mei, Sayyid al-Houthi mengecam keras kelumpuhan politik dan spiritual negara-negara Arab dan Islam dalam menghadapi agresi brutal Zionis yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan tanpa henti. “Gaza adalah jantung dunia Islam. Membiarkan kejahatan ini berlangsung tanpa perlawanan berarti telah mengkhianati Islam dan seluruh nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menyesalkan kenyataan bahwa ratusan juta umat Islam hanya menjadi penonton atas pembantaian sistematis yang terjadi setiap hari di Gaza. “Ketika umat Islam gagal memenuhi tanggung jawab sucinya untuk berjihad di jalan Allah dan membela kaum tertindas, mereka sesungguhnya sedang berjalan menuju murka Tuhan, di dunia maupun akhirat,” tegasnya.
Zionisme Tidak Hanya Menyasar Palestina, Tapi Seluruh Umat
Sayyid al-Houthi mengingatkan bahwa konspirasi Zionis tidak hanya tertuju pada Palestina. “Rezim penjajah Israel memandang semua bangsa Arab dan Islam sebagai target penghancuran. Bahkan mereka yang telah menormalisasi hubungan dan menjilat kekuasaan Zionis, tetap dipandang sebagai ‘lebih rendah dari binatang’,” ujarnya, menyindir para penguasa Arab yang terus diam atau justru bekerja sama dengan penjajah.
Ia menyatakan bahwa baik faksi Zionis sekuler maupun ekstremis Talmud, semuanya bersatu dalam proyek dominasi terhadap dunia Islam melalui skema “Israel Raya”. “Perbedaan di antara mereka hanyalah soal siapa yang lebih cepat mengeksekusi konspirasi ini,” katanya.
Ansharullah Melawan: Serangan Rudal dan Drone Balas Agresi
Dalam laporan operasionalnya, Sayyid al-Houthi mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman telah meluncurkan lebih dari 131 operasi militer terhadap entitas Zionis sejak 15 Ramadan hingga 9 Zulqaidah. “Sebanyak 253 rudal balistik, jelajah, hipersonik, dan drone telah digunakan untuk menggempur Wilayah-wilayah Pendudukan,” jelasnya.
Ia merinci serangan terhadap wilayah Yaffa, Ashkelon, Negev, Haifa, dan pelabuhan strategis di Umm al-Rashrash (Eilat). “Bandara Ben Gurion di Lod juga telah terkena dampak serangan kami, dan efeknya telah menjadi sorotan dalam analisis global,” ujar al-Houthi.
Meskipun menghadapi lebih dari 200 serangan udara dan laut dari Amerika Serikat dalam sepekan terakhir yang sebagian besar menargetkan area sipil, Ansharullah tetap melanjutkan operasi militernya tanpa goyah. “Musuh tidak mampu melumpuhkan kekuatan kami. Serangan mereka justru memperkuat tekad kami,” tegasnya.
Amerika dan Israel Gagal Tekan Yaman
Sayyid al-Houthi menilai bahwa keterlibatan langsung Israel dalam serangan ke wilayah Yaman menunjukkan kegagalan Amerika Serikat dalam menghentikan dukungan Yaman terhadap Gaza. “Mereka menyasar permukiman warga sipil karena mereka tak berdaya menghadapi kekuatan militer kami,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa serangan musuh kini diarahkan untuk menghancurkan semangat perlawanan bangsa Yaman. “Musuh ingin menekan keinginan dan keteguhan kami, tetapi seluruh rakyat Yaman telah menjadi benteng pertahanan melawan konspirasi ini,” ungkapnya.
Panggilan Terakhir: Bangkit atau Tanggung Akibatnya
Di akhir pidatonya, Sayyid Abdul Malik al-Houthi mengingatkan bahwa dengan semakin brutalnya agresi Zionis, akan semakin besar pula beban yang ditanggung oleh umat Islam yang diam. “Allah tidak akan memberikan perlindungan kepada mereka yang membiarkan darah saudara-saudaranya ditumpahkan tanpa sebab (yang benar).”
Ia menyerukan kepada semua negara Islam dan bangsa Arab untuk tidak hanya menyuarakan solidaritas, tetapi mengambil tindakan nyata. “Zionisme adalah ancaman global. Melawan mereka adalah jalan keselamatan kita semua.”
