Dubes AS Tegaskan Tak Butuh ‘Restu’ Israel untuk Gencatan Senjata dengan Yaman
POROS PERLAWANAN – Menyusul tersiarnya laporan tentang kegusaran Rezim Zionis atas penghentian serangan AS ke Yaman, Washington pun bereaksi kepada protes Tel Aviv.
Diberitakan Fars, Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee pada hari Jumat 9 Mei menyatakan, negaranya tidak memerlukan izin dan persetujuan Tel Aviv untuk menjalin kesepakatan gencatan senjata dengan Ansharullah.
Kantor Berita Anadolu memberitakan, Huckabee menegaskan bahwa Washington tidak akan mengambil tindakan, selama pasukan dan fasilitas AS tidak menjadi target serangan Militer Yaman.
“AS tidak membutuhkan izin Israel untuk melakukan kesepakatan yang mencegah Houthi menyerang kapal-kapal kami. Ada 700 ribu warga AS hidup di Israel. Jika Houthi ingin melanjutkan tindakan terhadap Israel dan mencederai seorang warga AS, baru saat itu urusannya terkait dengan kami,” kata Huckabee saat diwawancarai Kanal 12 Israel.
Saat ditanya apakah tindakan balasan Washington hanya akan dilakukan jika ada korban dari pihak AS, Huckabee menjawab,”Hal ini bergantung dengan apa yang menjadi prioritas kami.”
Pada Kamis lalu. Radio Militer Israel melaporkan bahwa Donald Trump, telah memutus komunikasi dengan Benyamin Netanyahu.
Menurut sebuah sumber dari Militer Zionis, keputusan itu diambil Trump lantaran Netanyahu dan lingkarannya dinilai “bersikap congkak” dan “berusaha mengelabui Trump” selama masa-masa genting hubungan AS-Israel.
Meski demikian, sejumlah pihak memandang bahwa apa yang dikesankan sebagai “keretakan hubungan Washington-Tel Aviv”, tidak lain hanya sebuah sandiwara belaka.
